Gapasdap Dirugikan Rute Lembar -Banyuwangi

MATARAM – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar menilai rute penyeberangan Lembar -Banyuwangi merugikan bagi para pengusaha.

Pasalnya, banyak lapangan kerja dan lapangan usaha yang mati gara-gara munculnya lintas panjang tersebut. “Ya buat kami lintasan penyeberangan Lembar – Banyuwangi sangat merugikan dan yang juga kami sorot itu terdapat tarif yang murah, terjangkau dan dilayani oleh kapal yang besar,” kata Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Denny F. Anggoro.

Menurutnya, dengan memasang tarif yang terbilang terjangkau, tentunya hal tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Gapasdap sendiri berharap ada campur tangan pemerintah, karena sudah tercipta persaingan yang sudah tidak sehat dan tidak seimbang.

“Jadi campur tangan pemerintah yang kita harapakan meninjau kembali lintas panjang ini yang notabene bukan menciptakan lapangan pekerjaan, tapi justru mematikan banyak lapangan kerja disitu, terutama di lingkar wilayah pelabuhan Lembar dan  sekitarnya,” jelasnya.

Denny menilai Lembar atau Lombok secara kebutuhan maupun kepentingan fasilitas transportasi sudah ditambah dengan adanya rute Surabaya-Lembar dengan dilayani tiga kapal, yakni Legundi, Oasis dan ditambah Batulayar sudah tepat. Apalagi Surabaya notabenenya adalah sumber barang yang datang. “Tetapi dengan adanya Banyuwangi-Lembar ini kita pertanyakan, karena misinya juga kontra produktif dengan pemerintah yang mau membangun tol Bali atau trans Bali,” ungkapnya.

Saat ini rute penyeberangan Lembar-Banyuwangi sudah beroperasi sejak 15 Agustus lalu, yakni dengan kapal KM Mutiara Sentosa 2. Kemudian pada Selasa 18 Agustus ditambah lagi dengan satu kapal yakni KM Mutiara Sentosa 3. “Kami selaku pemain lama ini
yang sudah di wilayah NTB tentu terancam dengan datangnya rute yang meng-kompas keberadaan rute lama,” keluhnya.

Lebih lanjut, Deny menambahkan, karena adanya rute baru tersebut bukan menguntungkan bagi Gapasdap Cabang Lembar, tapi merugikan.  “Jadi kami juga sebenarnya sudah sampaikan keluhan, apalagi rute tersebut langsung ketemu ramai (muatan),” imbunya. (dev)