Gantian si Senior Dipermalukan Mita Abadi

SERU: Pertandingan antara Mitra Abadi KLU melawan tuan rumah Babaretow A berlangsung seru kemarin (DHALLA/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Open turnamen Bupati Cup Lombok Tengah 2016 di lapangan Babaretow Jelantik Jonggat, semakin seru. Setelah si junior Babaretow B ditaklukkan Lekor United pada 15/12 lalu. Kemarin (16/12), giliran si senior Babaretow A kandas di tangan Mitra Abadi. Tim asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini pulang dengan kegembiraan setelah bermain cukup alot dengan skor 3-2 (Mitra Abadi-Babaretow A).

Kekalahan kemarin menunjukkan bahwa si senior tidak bisa kembali bermain pada babak selanjutnya. Mereka gugur di tangan anak-anak KLU, karena pertandingan kemarin merupakan laga terakhir bagi kedua tim yang kalah. Selanjutnya, Mitra Abadi akan kembali bertemu dengan musuh bebuyutannya LTP Mataram.

Di mana laga awal tahun 2016 silam, Mitra Abadi juga harus berebut juara dalam ajang Babaretow Cup. Lapangan Babaretow menjadi saksi sejarah bisu atas ketangkasan anak-anak KLU waktu itu. Akankan sejarah itu akan terulang kembali di lapangan tersebut?. Tentunya, kembali kepada semangat dan power anak-anak KLU sendiri.

Sebab, lawannya tak hanya LTP Mataram, melainkan masih banyak lagi. Tidak menutup kemungkinan KLU akan bertemu dengan si junior Babaretow B atau Lekor United. Ketangkasan kedua tim ini sudah terbukti dalam laga kali. Keduanya nyaris tak pernah dipecundangi, kecali Babaretow B saat beradu dengan Lekor United. Akan lawan-lawan tangguh ini bisa dilewati anak-anak KLU kedepannya?.

Ya, baiklah kita kembali pada pertandingan kemarin. Pada set pertama anak-anak Mitra Abadi sudah berhasil memimpin permainan meski harus berdarah perih dengan skor 30-28 (Mitra Abadi-Babaretow A). Permainan yang cukup alot dan seru mengingat laga kemarin adalah akhir bagi tim kalah. Sehingga kedua tim ini harus mengeluarkan seluruh kekuatannya. Tak hanya power tapi juga kesaktian yang bisa membawa mereka kepada kemenangan.

Kekalahan set pertama membuat semangat anak-anak tuan rumah semakin membuncah. Meski semangat itu sudah tampak meluap sejak awal pertandingan. Tapi teriakan supotermania Babaretow terus membakar semangat juang para pemainnya. Mereka berteriak dengan yel-yel kemenangan. Sehingga sulutan itu berhasil membakar kekuatan anak-anak KLU. Babaretow berhasil mengunci KLU pada angka 18-25 (Mitra Abadi-Babaretow A).

BACA JUGA :  Kalahkan SMAN 8 Mataram, Barabali Masuk Final

Kekalahan telak pada set kedua ini membuat anak-anak Babaretow semakin riang gembira. Memasuki set ketiga, mereka kembali menampilkan permainan terbaiknya. Plus semangat suportermania Babaretow yang membuat tribun lapangan Babaretow gegap gempita. Teriakan ini kembali membawa kemenangan bagi anak-anak tuan rumah dengan skor 14-25 (Mitra Abadi-Babaretow A).

Kekalahan telak ini ternyata membuat anak-anak KLU beringas memasuki set keempat. Mereka mengamuk dengan strategi dan kesatiannya. Sehingga mereka berhasil menyamai kedudukan pada set keempat dengan skor 24-15 (Mitra Abadi-Babaretow A).

Nah, memasuki babak penentuan longset kedua tim ini tampak semakin serius. Mereka seakan mengeluarkan seluruh kemampuan menambah poin untuk kemenangan. Harapan kedua tim sama. Menang!.

Tapi bola bundar tak selalu berpihak pada kecekatan. Melainkan juga pada nasib dan keberuntungan. Hingga akhirnya, KLU sukses memenangkan pertandingan set ketiga dengan skor 15-13 (Mitra Abadi-Babaretow A). Anak-anak tuan rumah harus mengikhlaskan kekalahan tipisnya meski dengan berat hati. Karena keberuntungan tak selalu berpihak.  “Kami sempat tidak percaya diri mendekati akhir laga, namun kami bersyukur bisa menang lawan tuan ruamah,” ungkap Andre, salah satu pemain semior Mitra Abadi, kemarin.

Mulai sore hari ini, panitia akan menaikkan harga tiket masuk dari Rp 2000 menjadi Rp 5000. Hal ini mengingat sudah memasuki empat besar untuk memperbutkan sang juara terbaik pada open turnamen kali ini. ‘’Mulai besok sore (sore ini, Red) harga tiket naik dari Rp 2 ribu menjadi Rp 5 ribu. Kami harap penonton setia tetap memadati lapangan Babaretow ini,’’ ungkap komentator Armin Ahmad. (dal/*)