Galian C Cemari Ratusan Hektar Sawah

GALIAN C
GALIAN C: Aktifitas tambang pasir atau galian C yang ada di Mamben Baru, diduga menjadi penyebab rusaknya ratusan lahan pertanian di tiga kecamatan. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Masyarakat yang berada di enam desa di wilayah Kecamatan Labuhan Haji, Kecamatan Wanasaba, dan Pringgebaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengeluhkan adanya tambang pasir atau galian C, yang diduga menjadi penyebab ratusan hektar lahan pertanian rusak. Kerusakan ini disebabkan oleh tercemarnya saluran perairan akibat dari limbah galian C atau tambang pasir yang berada di Desa Mamben Baru, Kecamatan Wanasaba.

Salah satu Pekasih asal Lendang Mudung, Desa Tanah Tandang, mengatakan bahwa kondisi air bercampur batu apung yang masuk ke lahan pertanian membuat lahan pertanian warga rusak. Pasalnya, air yang bercampur batu dan warnanya keruh itu melekat di tanaman petani, sehingga tanaman menjadi mati.

“Permasalahan ini sudah dikeluhkan oleh masyarakat sekitar 3 bulan lalu, sehingga tanaman masyarakat, terutama tanaman bawang menjadi gagal panen,” jelasnya, Sabtu (23/9).

Permasalahan yang dihadapi masyarakat ini sebenernya sudah lama dikeluhkan, sehingga masyarakat dan beberapa perwakilan menemui kepala desa, dan pengamat air. Akan tetapi laporan masyarakat tak juga digubris oleh pemerintah kecamatan. “Kita sudah melaporkan ke pemerintah desa, dan desa sudah melaporkan permasalahan ini ke pemerintah kecamatan, bahkan dinas pertanian,” bebernya.

Desa-desa yang mendapatkan dampak dari galian C ini sebutnya, yaitu enam desa yang berada di 3 kecamatan, seperti Desa Tirtanadi, Desa Teko, Desa Bandok, Desa Tembeng Putik, Desa Tanah Gadang, dan Desa Anggareksa, dengan jumlah areal tercemar mencapai ratusan hektar. Adanya pencemaran air ini, sejumlah tanaman petani yang ditanam tidak bisa tumbuh dengan normal.

1
2
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid