Gagal di PON, Berharap Ukir Prestasi di Belanda

WAKILI INDONESIA: Ni Yoman Ivana Maharani saat tampil di PON Jawa Barat lalu. Ivana akan mewakili Indonesia di turnamen yang digelar di Belanda (dok/Radar Lombok)

Di usianya yang belia, Ni Nyoman Ivana Maharani atlet  Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) NTB mengukir banyak prestasi. Kini, dia mewakili Indonesia di Belanda.

 

 


ABDI ZAELANI-MATARAM


 

Hari ini, Ni Yoman Ivana Maharani kelahiran Cakranegara  12 Februari 2006 akan berangkat ke Belanda mewakili Indonesia. Dia bersama sejumlah atlet lain  mengikuti kompetisi Asean Dutch Open Championship di Belanda dari tanggal 10-13 November mendatang.  ''Saya yang akan mengikuti kompetisi itu untuk mewakili Indonesia diajang yang bergengsi itu,’’ ucapnya Jumat kemarin (28/10).

Putri pasangan  I Nengah Karang Wijaya dan Ni Luh Sunarsih  terpilih ikut di kompetisi itu, setelah menunjukkan prestasi yang bagus baik di tingkat daerah dan nasional. Dalam tiga tahun terakhir ini, banyak kejuaraan yang diikutinya. Yang membanggakan, dia banyak menyabet juara.

Seperti di  kejurnas yang digelar di  Bali belum lama ini, Ivana ikut menyumbangkan medali sehingga NTB peringkat tiga nasional. Saat itu, NTB  meraih 3 emas dan 1 perak. Saat itu dia turun  di nomor Fifa Samba, Rising Star, pre amateur dan Ffa jive dan meraih emas. Sedangkan di nomor  Pre Amateur meraih perak.

Ivana mengaku kecewa tidak bisa mengukir prestasi yang membanggakan bagi daerah pada PON Jawa Barat lalu. Namun dia tidak larut terus menerus dalam kekecewaan itu. Justru kegagalan itu dijadikan motivasi untuk berlatih lebih keras lagi. Apalagi dia akan mewakili Indonesia di Belanda.  Ia bertekad untuk mengibarkan kembali Merah Putih di  turnamen internasional itu. ''Sudah sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi event itu. Saya harus bisa mempersembahkan yang terbaik untuk NTB maupun Indonesia ,” kata    murid kelas V SD 11 Cakranegara ini.

Ivana mengaku bersemangat menghadapi kejuaraan internasional ini. Hal ini tidak terlepas dari dukungan orangtua, teman dan guru serta para pelatihnya. Menurutnya, ini menjadi modal dirinya agar tampil maksimal.

Ni Luh Sunarsih ibu Ivana mengatakan,  bangga dengan prestasi yang telah diraih putrinya itu

meskipun saat di PON tidak dapat medali.’’ Kami bangga melihatnya,’’ ucapnya. Dia berharap putrinya itu justru bisa mengukir prestasi di Belanda nanti. (*)