Gagal Dapat Investor, Pemkot Pilih Kelola Mataram Water Park

Mataram Water Park
MWP : Kondisi MWP setelah tidak dimanfaatkan sejak tahun 2010 lalu. Bangunan ini dibangun sebagai lokasi latihan olahraga renang. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Lelah menunggu kepastian pihak ketiga atau investor yang akan mengelola Mataram Water Park (MWP), Pemerintah Kota Mataram memutuskan mengelola sendiri tempat rekreasi ini. Sebagaimana diketahui MWP sudah sekian tahun mangkrak sejak dibangun menggunakan uang daerah yang tidak sedikit. Bahkan sejumlah pihak menyebut MWP adalah salah satu proyek gagal Pemkot.

Keputusan mengelola sendiri MWP disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito kepada wartawan usai mengelar rapat tertutup dengan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kemarin.

Sekda menyebut dalam rapat tertutup itu dibahas beberapa  program yang belum maksimal terlaksana. Salah satunya MWP ini. Rencananya tahun depan ada anggaran perbaikan MWP di APBD.” Tahun depan MWP akan kita anggarkan untuk kita kelola sendiri oleh Dinas Dispora,” kata Sekda.

Kebijakan ini diambil oleh Pemkot setelah melihat MWP sudah terlalu menganggur dan tidak dimanfaatkan. Selama ini Pemkot membuka diri kepada pihak ketiga yang mau mengelola, namun hal itu tidak bisa terwujud. Banyak pengusaha datang namun hanya memberikan harapan palsu. “Kita tidak mau diberi harapan palsu terus oleh investor,” tegasnya.

 Kalaupun nanti Pemkot melakukan pemugaran dan perbaikan kemudian di tengah  jalan ada investor yang benar-benar serius, Pemkot masih  tetap membuka diri. Artinya Pemkot belum menutup pintu sepenuhnya bagi pihak ketiga.”Pemkot belum menutup pintu bagi pihak swasta yang mau masuk walaupu sudah dianggarkan,” jelasnya.

Dinas yang akan bertanggungjawab mengelola MWP ini adalah Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora). Rencananya pada hari Jumat mendatang aka nada gotong-royong di MWP. Nanti juga akan ada evaluasi sekaligus melihat langsung apa saja yang dibutuhkan agar bisa dialokasikan anggarannya.

Pantauan di lapangan, saat ini MWP memang tidak terurus bangunannya. Padahal bangunan ini berdiri dengan anggaran miliaran rupiah. Yang ada hanya penjaga yang tinggal di bawah tribun penonton tinggal bersama anak-anaknya. Namanya Kas. Ia mengaku sebagai penjaga dan bertugas membersihkan kawasan MWP agar tidak terlihat kumuh. Ia menuturkan dalam satu bulan ada saja yang mengaku pengusaha ataupun pejabat yang datang.” Saya bertugas menyapu dan menjaga kebersihan di kawasan ini biar tidak kotor,” katanya.

Ia mengaku digaji Rp 1,2 juta per bulan. Ia bertugas berdua bersama pamannya.” Banyak anak muda yang mau masuk, tetapi saya larang agar tidak melakukan hal yang tidak-tidak,” jelasnya.(ami)