Gaduh Pergantian Wakil Ketua DPRD NTB, HBK Anggap Biasa

ROTASI: Wakil Ketua DPRD NTB dari Partai Gerindra, Mori Hanafi akan dirotasi, dan digantikan oleh Naufar Furqani Farinduan, yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD NTB.

MATARAM—Wakil Ketua DPRD NTB dari Partai Gerindra Mori Hanafi bakal diganti. Pembacaan surat keputusan (SK) partai telah dilakukan di rapat paripurna DPRD NTB, Kamis (21/4). Sontak kabar pergantian ini membuat gaduh, dan membuat loyalis Mori menolak pergantian ini.

Nama Ketua Badan Pengawas Disiplin (BPD) Partai Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK) pun disebut-sebut ada di balik proses pergantian ini. Sejumlah tudingan dialamatkan kepada Anggota DPR RI Dapil Lombok, kelahiran Purwakarta, Jawa Barat itu.

Terkait proses pergantian ini, HBK menilai, pergantian posisi jabatan di partai itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. “Tidak usahlah terlalu dibesar-besarkan. Biasa-biasa saja, karena proses rotasi dan pergantian itu akan terus berjalan,” katanya, Jumat (22/4).

Soal aspirasi yang ingin mempertahankan Mori, dia hargai itu. Tapi, publik harus mengetahui bila Mori telah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB sejak 2019, lebih dari tujuh setengah tahun. Cukup lama untuk seorang politisi menduduki jabatan yang diamanahkan.

BACA JUGA :  Konsisten Bantu Masyarakat, HBK Raih Anugerah Times Indonesia

“Saya kira sekarang ini sudah waktunya giliran kader lain didorong untuk mewujudkan regenerasi dan penyegaran. Jangan sampai ada kejenuhan dan kompetisi yang positif tidak berjalan. Selain itu, keputusan juga wewenangnya ada di pimpinan kolektif di DPP Partai Gerindra, tidak diputuskan oleh orang per orang, saya memang dimintai pendapat dan masukan,” ujarnya.

“Dan saya juga menghargai hasil konsensus adik-adik saya di DPD Partai Gerindra NTB,” sambungnya.

Pria yang dikenal sebagai pemilik klub Lombok FC ini melanjutkan, pergantian itu tak hanya menyasar Mori Hanafi semata, Ketua Fraksi Gerindra yang dijabat Nauvar F. Farinduan pun berganti kepada Sudirsah Sujanto. Bak sebuah lokomotif, pergantian ini untuk membuat semua garbong berjalan stabil.

“Sekarang saya tanya, memangnya ada yang sakral dalam jabatan politik, yang tak tergantikan. Sekarang Mori diganti Farin, berikutnya bisa jadi Farin diganti yang lain. Atau Mori kembali lagi,” terangnya.

BACA JUGA :  Airlangga Bertandang ke Kediaman Prabowo, Ada Apa?

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyebut, serangan-serangan pribadi yang dialamatkan kepadanya, tak terlalu membuatnya risau. Pasalnya, dia justru lebih memikirkan eksistensi dan kegairahan partai.

Posisi kader Partai Gerindra sama-sama berjuang. Tidak boleh ada istilah apalagi pemahaman kader yang merasa lebih besar dari partainya.

“Ya, saya mendengar ada tokoh-tokoh yang ingin berjumpa dengan saya untuk menyampaikan aspirasi. Saya persilakan, saya akan jelaskan alasan-alasan dan pertimbangannya. Saya sangat terbuka,” urainya.

Kesempatan itu, HBK juga menyinggung soal pergantian Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik yang kebetulan berasal dari Partai Gerindra. Namun dia kagum dengan kebesaran hati Taufik, yang ternyata memilih membacakan sendiri SK pergantiannya.

“Taufik melakukan itu karena dia paham merit sistem yang diterapkan di dalam partai. Sekarang dia diganti, dan besok bisa saja dia naik lagi, nggak ada hal yang istimewa,” ujarnya. (yan)