Gadis Desa Kanca Idap Penyakit Kaki Gajah Sejak Kecil

KAKI GAJAH
KAKI GAJAH: Inilah kondisi terakhir Susanti, gadis Desa Kanca Kecamatan Parado yang mengidap penyakit langka kaki gajah sejak usia tujuh tahun. (Atina/Radar Tambora)

BIMA-Susanti, 21 tahun warga Dusun Rengge Desa Kanca Kecamatan Parado, sejak usia tujuh tahun sudsh menderita penyakit langka. Iya, kaki gadis tersebut digerogoti penyakit kaki gajah.

Meski mengidap penyakit serius, Susanti tidak mendapatkan pengobatan dan perhatian serius. Saat disambangi wartawan, Susanti sendirian di rumahnya. Sedangkan orang tuanya, sedang berada di sawah. “Orang tua saya sedang di sawah,” ujar Susanti, Rabu (19/4).

Anak dari pasangan Yasin Ahmad dan Siti Hadjar ini, mulai merasakan keanehan kakinya di usia tujuh tahun atau kelas satu SD. “Awalnya hanya lebam kecil, lama kelamaan semakin membesar dan menggelantung,” cerita Susanti.

Dia mengaku pernah berobat ke Puskesmas dan diberikan pengobatan selama satu Minggu. Namun tidak ada perubahan. Sebaliknya, kondisi kaki Susanti bagian kanan semakin parah. Saat duduk di bangku SMP dan SMA, Susanti masih bisa berjalan normal dan mengenakan sepatu. Pasca lulus sekolah, kondisi kakinya semakin berat dan membuatnya kesulitan untuk berjalan jauh. “Untuk masak atau membersihkan rumah saya masih bisa. Tapi kalau jalan jauh nggak bisa karena berat,” akunya polos.

Kondisi Susanti baru terungkap setelah diviralkan dalam sosmed, yang menampilkan foto kaki Susanti. Lalu kenapa Susanti tidak pernah mendapat perhatian setelah bertahun-tahun mengidap penyakit ini?

Kades Kanca Zainuddin kepada wartawan mengaku, kondisi penyakit Susanti sudah diketahui oleh warga desa. Zainuddin juga mengaku, belum ada upaya apapun yang dilakukan selama ini. “Saya baru menjabat sebagai Kades Agustus 2016 lalu. Saya akui, saya kurang paham prosedur birokrasi mengupayakan kondisi warga saya ini,” ujarnya.

Sementara ini, pasca kehebohan kondisi Susanti, Zainuddin baru mengeluarkan rekomendasi untuk pengobatan lanjut. Pasalnya, Susanti juga belum memiliki BPJS untuk meringankan biaya pengobatan. Kini Susanti hanya bisa berharap sembuh, memiliki kaki seperti gadis lainnya tanpa harus mendengar ejekan dari orang di lingkungan sekitar. “Saya hanya ingin sembuh dan melanjutkan sekolah lagi,” harap alumni Ponpes Al Muchlisin Parado ini. (tin)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid