Fraksi PDIP Konsisten Tidak Ikut Pembahasan RAPBD NTB 2020

MATARAM—Fraksi PDIP DPRD NTB tetap konsisten tidak ikut dalam paripurna penyampaian pandangan umum RAPBD Tahun Anggaran (TA) 2020. Diketahui, paripurna ke dua, Jumat (23/8/2019) ini, merupakan lanjutan dari sidang sebelumnya pada Rabu (21/8/2019), yang tertunda akibat mendapat penolakan dari Fraksi PDIP. Alasan PDIP, karena mereka menduga ada kejanggalan dalam penyusunan RAPBD NTB TA 2020, yang katanya tidak melalui tahapan seperti yang telah diatur dalam Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman penyusunan APBD 2020.

Sikap konsistensi Fraksi PDIP DPRD NTB yang tidak ikut serta agenda penyampaian PU RAPBD TA 2020 itu, ditegaskan oleh Sekretaris Fraksi PDIP DPRD NTB, Ir. Made Selamet. “Kita Fraksi PDIP DPRD NTB tetap konsisten tidak ikut serta dalam penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi RAPBD TA 2020. Tetapi kita tetap memantau dan mengawal proses itu,” tegas Made Selamet ketika menggelar jumpa pers di Sekatariat DPC PDIP Kota Mataram, Jumat (23/8/2019).

Ini dilakukan, lanjut Made Selamet, karena pihaknya tidak mau dijadikan sebagai tukang stempel, setelah melihat apa yang terjadi dalam proses penyusunan RAPBD TA 2020. “Kita menggangkap dari awal sudah keliru dalam pengajuan KUA PPAS, yang terkesan buru-buru dan kejar tayang. Apalagi seharusnya diajukan pada bulan Juli 2019 lalu. Selain juga banyak permasalahan dalam KUA PPAS yang diajukan,” ujarnya.

Disamping itu, dalam RAPBD TA 2020 juga terjadi ketidak sinkronan dengan RPJMD. “Banyak program unggulan di RPJMD yang tidak ada anggarannya, dan kalah dengan program unggulan yang bersifat dadakan. Intinya kita tegas tidak ikut dalam proses penyampaian PU Fraksi, karena masih banyak persoalan,” tegas Made Selamet. (sal)