Fraksi Golkar dan Demokrat Tolak Ritel Modern Masuk Lombok Utara

Raden Nyakradi (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) diminta mengutamakan pengusaha lokal untuk membangun perekonomian   daerah.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD KLU, Raden Nyakradi untuk menolak masuknya retail modern ke Gumi Tioaq Tata Tunaq. “Selama ini kebijakan untuk memperkuat UMKM kita belum saya lihat. Tetapi malah kini mau memberikan izin ritel modern masuk. Ini perlu dijelaskan oleh Pak Bupati,” tegasnya, Senin (9/1).

Pihaknya juga mempertanyakan apakah langkah pemda memberikan izin ritel modern masuk KLU ini sudah meminta pendapat pengusaha lokal atau tidak. Begitu juga dengan masyarakat sekitar. “Pemda tidak boleh menutup mata dan menutup telinga. Aspirasi masyarakat perlu didengar juga,” ungkapnya.

Alangkah baiknya kata Nyakradi, pemda juga melakukan kajian terlebih dahulu apakah UMKM yang ada mampu bersaing atau tidak dengan masuknya retail modern. Jangan sampai kehadiran ritel modern kemudian mematikan UMKM yang baru bangkit setelah adanya gempa dan covid-19. “Ini kan masyarakat kita yang dirugikan. Oleh sebab itu alangkah baiknya setiap kebijakan itu harus dibicarakan dulu dengan semua pihak. Termasuk kami di legislatif,” pungkasnya.

Baca Juga :  276 Pendaftar PPPK Kesehatan Lulus Administrasi

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD KLU Kardi juga menolak kehadiran ritel modern. Pemda kata Kardi lebih baik mendukung BUMDESmart. BUMDESmart adalah toko badan usaha milik desa (BUMDes), yang menampung produk UMKM. Cara itu, menurut Kardi, jauh lebih menguntungkan dan akan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kalau mengizinkan ritel modern masuk KLU, ada kekhawatiran akan meminggirkan pengusaha lokal. “Jika ini benar terjadi maka dari segi ekonomis, keuntungan besar akan didapatkan oleh pengusaha luar, sementara pergerakan ekonomi masyarakat lokal akan mengalami kemunduran,” ujarnya.

Karena itu dia berharap pemerintah daerah memproteksi pengusaha lokal dengan cara tidak memberikan izin operasional bagi ritel modern.

Baca Juga :  Mariadi Siap Jadi Wakil Najmul di Pilkada 2024

Sementara itu, Sekda KLU Anding Duwi Cahyadi mengatakan bahwa keputusan Bupati soal izin ritel modern ini sudah final. Pihaknya dalam hal ini tentu akan mendukung apa yang menjadi keputusan pimpinan. “Keberadaan ritel modern ini sepertinya memang sangat kita harapkan saat ini,” ujarnya.

Sejauh ini lanjut Anding hanya KLU yang belum dimasuki oleh ritel modern khususnya Indomaret dan Alfamart di NTB. Yang ada di KLU jelasnya baru Flashmart yang berlokasi di SPBU Pemenang. Untuk itu sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikan izin masuknya ritel modern ini. “Saya kira apa yang dilakukan oleh Pak Bupati ini sangat tepat dan kami sebagai bawahan tentu akan mendukungnya. “Kita harus membuka diri terhadap hal-hal yang bersifat modern,” imbuhnya. (der)

Komentar Anda