Forum Kades Sekotong Tolak Tegas Pembangunan Pengolah Limbah B3 di Buwun Mas

Ketua Forum Kades Kecamatan Sekotong, Lalu Sarapuddin. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG–Pembangunan Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berlokasi di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB mendapatkan penolakan keras dari Forum Kepala Desa (Kades) Kecamatan Sekotong.

Ketua Forum Kades Kecamatan Sekotong, Lalu Sarapuddin mengaku para kades kaget dengan adanya pembangunan pengolahan limbah B3 yang dianggap sangat meresahkan itu. “Maka kami sangat menolak keras keberadaan pembangunan pengolahan limbah itu,” tegasnya, Minggu (4/4/2021).

Pihaknya mengaku khawatir dengan adanya pembangunan pengolahan limbah oleh Pemerintah Provinsi NTB itu akan mengganggu pariwisata di Kecamatan Sekotong. Terlebih saat ini pihaknya sedang merintis agar pariwisata Sekotong mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. “Jadi cukup mengkhawatirkan, terutama kita daerah pariwisata yang baru merintis pariwisata di Sekotong. Tiba-tiba kita diberikan isu seperti ini adanya pembangunan pengolahan limbah. Lama-lama kabur para wisatawan nanti kalau ada isu-isu seperti ini,” tegasnya.

Selain itu, alasan menolak atas adanya pembangunan pengolahan limbah tersebut, karena sudah pasti ketika beroperasi maka kendaraan yang membawa limbah tersebut akan berdampak langsung terhadap masyarakat sekitar, utamanya kesehatan. Sebab setiap hari akan mencium bau tidak sedap. “Kendaraan yang lalu lalang lewat desa kami dengan membawa bau (limbah) tidak sedap akan sangat mengganggu masyarakat. Apalagi lokasinya di atas bukit. Dan kita khawatirkan, asapnya berimbas langsung ke kita yang ada di Desa Sekotong Tengah. Serta pada akhirnya kalau hujan pasti akan ke kami di desa, jadi banyak imbas,” terangnya.

BACA JUGA :  Mandi di Kubangan Galian Pasir, Bocah SD Tewas Tenggelam

Bahkan imbasnya juga ke desa-desa yang lain. Setidaknya akan berdampak ke empat desa di Kecamatan Sekotong. Oleh sebab itu, pihaknya akan melakukan aksi protes agar pembangunan pengolahaan limbah tersebut dibatalkan. Bahkan direncanakan ada aksi. “Sudah ada rencana memang besok dari teman-teman kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan kepala dusun untuk melakukan aksi protes di kecamatan. Aksi yang kita lakukan ini sebagai upaya untuk melakukan protes. Bahkan ketika tidak diindahkan kita akan buat aksi lanjutan,” katanya.

BACA JUGA :  Morena, Perempuan Terduga Pengedar Sabu Tak Lagi Ditahan

Selain itu akan melakukan penolakan sesuai mekanisme yang ada ke DPRD tingkat kabupaten. Maupun kepada pemerintah dan dinas terkait yang bisa mengakomodir. Kerena pembangunan pengolahaan limbah tersebut, juga dianggap sudah menyalahi aturan. Apalagi sejauh ini masyarakat Sekotong tidak pernah diberikan informasi soal pembangunan. “Selama ini belum ada pemberitahuan, belum ada sosialisasi pada kita masyarakat Sekotong semuanya tidak pernah dikasi tahu. Tiba-tiba katanya sudah mulai pembangunan, kita tahunya baru-baru ini. Makanya kita tolak keras pembangunannya,” ucapnya.

Pihaknya berharap kepada pemerintah supaya menghentikan proses pembangunan. Karena sudah tidak sesuai dengan harapan masyarakat Sekotong yang saat ini sedang mengembangkan periwisata yang diharapkan mampu membangkitkan perekonomian. “Kita harapkan kepada pemerintah kabupaten agar segera ditutup proses pembangunan,” harapnya. (sal)