Forum Guru Honor Minta Rekomendasi Pemprov NTB

HONOR
ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK SILATURAHMI : Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Ketua PGRI NTB M Yusuf dan perwakilan forum GTKHNK 35+ melakukan audiensi di ruang Wagub NTB, Rabu (3/1).

MATARAM – Forum Guru dan Tenaga Honorer Non K 35 (GTKHNK 35+) NTB bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB menyambangi Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (3/2). Pertemuan tersebut untuk meminta dukungan Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah agar mereka diprioritaskan untuk diangkat menjadi guru melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Wagub Sitti Rohmi menerima audiensi perwakilan GTHKNK 35+ bersama Ketua PGRI NTB M Yusuf, Sekum PGRI NTB H Istiqlal dan juga dihadiri Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan bersama Asisten I Setda NTB Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih.

Ketua GTKHNK 35+ NTB, Maksud mengatakan pertemuan bersama Wagub NTB Hj Sitti Rohmi lebih kepada meminta dukungan agar guru honor usia 35 ke atas tersebut dapat rekomendasi Pemprov NTB. Dengan surat reomendasi sebagai bentuk dukungan kepada guru honor usia 35 ke atas tersebut, menjadi dasar untuk bersurat kepada Presiden Joko Widodo, agar dalam keputusan penganggkatan PPPK bisa memprioritaskan guru usia 35 ke atas tanpa syarat.  

“Dari 34 Provinsi di Indonesia yang sudah mendapat rekomendasi ada 9 provinsi. Kita berharap Pemprov NTB juga  memberikan rekomendasi dukungan,” harapnya.

Maksud menyebut dari 10 kabupaten/kota di NTB, hanya Kota Mataram dan Lombok Tengah yang belum memberikan rekomendasi dukungan kepada guru honor usia 35 tahun keatas dari bupati dan wali kota. Sementara itu, jumlah guru honor usia 35 tahun ke atas di NTB, mulai dari guru jenjang TK hingga SMA sederajat mencapai 2.575 orang.

Ketua PGRI NTB M Yusuf mendukung penuh langkah forum GTKHNK 35+ agar mereka menjadi skala prioritas dalam pengangkatan P3K oleh pemerintah pusat.

“Kalau ASN PNS mungkin tidak bisa, karena bertentangan dengan regulasi yang ada. Intinya, ibu Wagub NTB memberikan rekomedasi apa yang menjadi permintaan guru honor 35 tahun ke atas,” katanya.

Selain itu, Wagub NTB Hj Sitti Rohmi juga siap memberikan rekomendasi, asalkan tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. Karena pemerintah daerah tidak menutup mata tentang keberadaan guru honor usia 35 tahun ke atas.

“Saat ini permintaan guru honor usia 35 tahun ke atas yang meminta rekomendasi tersebut dipelajari sama Kadis Dikbud NTB,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengaku dalam audensi tersebut guru menyampaikan aspirasi untuk bisa mendapatkan perhatian dari Pemprov NTB dalam hal ini rekomendasi agar bisa diprioritaskan dalam penerimaan jalur P3K.

“Kami akan mempelajari dulu beberapa ketentuan untuk bisa direkomenasikan, agar menjadi prioritas ASN P3K,” kata Aidy. (adi)