Fokus Garap Sumber Pertumbuhan Baru Ekonomi NTB

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji

MATARAM – Pada tahun 2023, kondisi global diprediksi masih memberi dampak terhadap pergerakan perekonomian nasional, termasuk juga Provinsi NTB. Kendati demikian, bukan berarti di tengah kondisi ekonomi gobal yang tidak menentu akibat perang Rusia – Ukraina, serta konflik Cina – Taiwan, sejumlah potensi ekonomi pertumbuhan baru memiliki potensi besar mendongkrak ekonomi NTB bisa tumbuh positif pada tahun 2023.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan meski potensi ekonomi global masih tidak menentu, namun pemerintah daerah perlu menggarap potensi prioritas sumber ekonomi baru yang bisa didongkrak.

“Kita tetap optimis pada tahun 2023, ekonomi NTB bisa tumbuh di angka yang sama seperti tahun 2022, yakni pada kisaran 4,5 – 5,3 persen. Tentunya, harus kerja ekstra keras fokus pada sejumlah potensi sumber ekonomi baru NTB tersebut,” kata Heru Saptaji, Kamis (6/1).

Baca Juga :  BI NTB Menargetkan 300 Ribu Pengguna Baru QRIS Tahun 2022

Menurut Heru, jika sejumlah potensi sumber ekonomi baru NTB itu digarap secara fokus dan teringterasi dengan cara ‘dikeroyok’ oleh semua stake holder terkait, maka ekonomi NTB bisa tetap tumbuh bagus, bahkan lebih baik dari tahun 2022. Sejumlah potensi sumber baru ekonomi NTB itu, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, kerajinan serta pariwisata.

Terlebih lagi Provinsi NTB memiliki pariwisata yang sudah mendunia, dengan banyaknya event internasional, seperti MotoGP, World Superbike (WSBK), Motocros Grand Prix (MXGP), dan event-event pariwisata lainnya, bakal bisa mendongkrak sektor lainnya. 

Selain itu, lanjut Heru, pemerintah daerah perlu menggenjot peluang ekspor produk non tambang. Begitu juga memperbanyak komoditas produk ekspor, serta memperluas negara menjadi pasar ekspor produk unggulan NTB. Sejumlah produk unggulan NTB yang sudah dan memiliki peluang ekspor adalah, vanili organik, kerajinan, sarang walet, kopi, rumput laut, ikan tuna, lobster, udang vaname, mutiara, kerajinan ketak dan lainnya.

Baca Juga :  BI NTB Bersama TPID Siapkan Strategi Kendalikan Laju Inflasi

“NTB memiliki banyak produk potensi ekspor. Tinggal bagaimana memfasilitasi, memberikan pendampingan, dan meningkatkan kualitas dari produk tersebut sesuai standar pasar internasional,” kata Heru.

Selain memberikan perhatia dan fokus dan teringegrasi menggenjot potensi sumber ekonomi baru NTB tersebut, kata Heru, pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB bersama TPID Kabupaten/Kota, serta pihak terkait lainnya, bagaimana bersinergi untuk mengendalika inflasi, agar tidak terlalu tinggi pada tahun 2023.

“Bagaimana kita menjaga tekanan laju inflasi bisa di angka 3,2 persen. Tentunya, berbagai kebutuhan pokok penyumbang inflasi bisa harganya terkendali, dan stok aman,” kata Heru. (luk)

Komentar Anda