FLS2N-SD Wadah Berkreasi dan Berekspresi

TANJUNG – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Lombok Utara menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Sekolah Dasar (FL2SN-SD) yang berlangsung di SDN 2 Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, Rabu (21/3).

Kegiatan rutinitas ini bertujuan untuk memberikan wadah untuk berkreasi dan mengembangkan ekspresi melalui budaya belajar, berkarya dan mengembangkan potensi diri serta sikap kompetitif bagi pelajar sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan. “Kegiatan ini untuk memberikan wadah berkreasi dan mengembangkan ekspreasi seni suara, melukis, menggambar, pantonim, drama. Ini untuk mengasah jiwa seni para siswa, karena seni bagian yang tidak terlepas memiliki potensial yang bagus terhadap masa depan para generasi,” tutur Kepala Dikpora Lombok Utara, Drs. Suhrawardi pada saat membuka perlombaan ini.

[postingan number=3 tag=”ADV”]

Potensi seni harus diberikan porsi pembinaan yang sama, karena siswa memiliki bakat yang berbeda-beda, ada yang bakat pencak silat, ada olimpiade bidang akademik dan ada juga suka kesenian. “Tidak ada bedanya harus diberikan penghargaan yang sama,” katanya.

Kegiatan FLS2N tahun 2017 ini memiliki tema kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa menguatkan karakater, menggugah daya cipta, serta membentuk kelembutan hati. Peserta yang diutus dari masing-masing kecamatan hasil seleksi mulai dari tingkat sekolah, kemudian ke tingkat kecamatan. “Baru masing-masing kecamatan mengirim peserta ke tingkat kabupaten. Bagi peserta yang meraih juara akan dilakukan pembinaan dan persiapan untuk mewakili ke tingkat provinsi,” terangnya.

Adapun mata lomba yang ada di FLS2N terdiri dari tari kreasi, seni kriya, menyanyi solo, baca puisi, membuat gambar bercerita, dan pidato bahasa Indonesia.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menyampaikan, kegiatan FLS2N salah satu wadah untuk mencari bibit-bibit unggul untuk mengemban estapet kepemimpinan masa depan. Jadi, para peserta harus mengikuti dengan seksama kegiatan ini, karena para siswa harus bisa berkompetensi sebaik-baiknya.

Ia juga mengingatkan, gerakan kembali ke khittah pendidikan telah diatur kegiatan didalam buku panduan untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan budaya, serta mencintai budaya sendiri dengan menerapkan bagi peserta didik menggunakan baju adat. “Kebebasan ekspresi seni budaya harus juga diajarkan apa nilai-nilai moral yang terkandung, sehingga ekspresi seni itu mampu memberikan perilaku yang baik,” imbuhnya. (flo)