Fitur Pesan Makam Online belum Bisa Diakses

TPU: TPU Karang Medain ditata oleh Dinas Pertamanan Kota Mataram (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM– Fitur pesan pemakaman online melalui sebuah aplikasi khusus yang disiapkan salah satu provider belum bisa diakses oleh warga Kota Mataram. Alasannya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola TPU (Tempat Pemakaman Umum) yang belum belum bisa mengaktifkan aplikasi android ini.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Pertamanan Kota Mataram Nanang Edward mengatakan, beberapa bulan yang lalu Dinas Pertamanan memang sudah  me-launching TPU online. Kota Mataram masuk dalam program aplikasi tersebut. Tetapi melihat kondisi SDM yang ada di setiap TPU, program pemesanan pemakaman ini belum bisa diakses warga.” Mana bisa penjaga kuburan kita aktifkan smartphone,” terangnya.

Selain tidak bisa mengaplikasikan, para penjaga makam juga tidak ada yang memiliki HP android yang mampu mengaplikasikan program ini. Kecuali pihak provider memberikan fasilitas kepada para penjaga kuburan, sehingga dari dinas bisa tinggal  memberikan sosialisasi.

Dalam aplikasi yang sudah ada, Dinas Pertamanan sudah mendaftarkan dua makam yang ada di Kota Mataram untuk bisa diakses secara online yakni TPU Karang Medain dan TPU Bintaro. “ Dua TPU ini sudah dimasukkan ke dalam aplikasi,” terangnya.

Sebenarnya di Kota Mataram ada enam TPU yang dibawah tanggung jawab Kota Mataram selain yang dua tadi yang diusulkan masuk dalam aplikasi yakni TPU Bagi Rati Kecamatan Cakranegara, TPU Darul Aman 1 yang ada di lingkungan Gatep Ampenan, TPU Darul Aman II yang ada di Pejeruk Ampenan, dan  TPU di Karang Taruna Abian Tubuh.

Sambil menunggu bisa diakses melalui aplikasi, saat ini dinas sedang melakukan penataan TPU. Yang pertama ditata adalah TPU Karang Medain. Dimana saat ini dinas sedang melakukan pengaturan blok-blok areal makam. Ada pemisahan areal makam anak dan orang dewasa.” Kita sedang atur blok-bloknya  biar mudah lebih rapi,” ungkapnya.

Sebelumnya memang tidak diatur mana lokasi untuk makam anak-anak dan dewasa, sehingga kuburannya terlihat tidak merata ada yang besar dan yang kecil. Setelah ditata, nanti oleh pihak dinas pertamanan juga tidak akan mengizinkan keluarga yang masih hidup melakukan pemasangan keramik atau beton di kuburan. Cukup harus menggunakan gundukan tanah dan batu nisan.”Pemasangan keramik di makan nanti tidak kita perbolehkan lagi,” tambahnya lagi.

Sementara itu pihak provider PT. XL Axiata menyampaikan, sebenarnya kalau pemesanan pemakaman online di Mataram sudah bisa dimanfaatkan, cuma harus melewati verifikasi saat melakukan pemesanan karena antara XL dan dinas terkait belum terintegrasi.”Sudah bisa diakses, tapi harus diverifikasi,” ungkap Rosiany, Korkom PT. XL Axiata wilayah Bali Nusra.(ami)