Festival Mentaram Tunggu Hasil Tender

H. Abdul Latif Najib (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM- Jadwal pelaksanaan agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Mataram, Festival Mentaram, masih harus menunggu pemenang tender yang akan menjadi pelaksana. Saat ini proses tender sedang berjalan.

Kepala Dinas Budpar Kota Mataram Abdul Latif Najib mengatakan, anggaran pelaksanaan festival ini sekitar Rp 700 juta lebih. Karena nilainya diatas Rp 200 juta, harus dilakukan lelang. EO yang terpilihlah yang akan melaksanakan event ini.”Festival Mentaram sekarang dalam proses tender,” ungkap Latif.

Latif menyampaikan bahwa festival ini akan dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebab akan melibatkan 10 kabupaten/kota di NTB. Untuk itu perlu pemantapan. Rencananya, Festival Mentaram akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Selain melibatkan kabupaten/kota se NTB, banyak juga tamu luar yang akan datang. Festival dikemas berdekatan dengan Bulan Bakti Gotong Royong Nasional dan Pelaksanaan Rakernas HPI di Mataram.” Kita akan kemas  juga untuk pelaksanaan BBGRM,” paparnya.

Dengan adanya dua  moment tersebut, nantinya para tamu yang datang bisa menikmati festival. Pemkot Mataram akan menggelar pemeran gratis.

Saat ini beberapa destinasi wisata terutama wisata religi tengah ditata. Salah satu yang ditata adalah makam Dende Seleh Ampenan.

Setiap tahun Festival Mentaram selalu digelar di bulan Agustus, namun karena tahun ini ada event MTQ nasional, pelaksanaannya diundur hingga Oktober. Festival nanti akan diisi dengan festival kuliner, permainan rakyat,  pagelaran seni dan parade budaya.” Kita harapkan ini nantinya bisa menjadi kalender event tetap, “ harapnya.

Sementara itu salah satu pelaku wisata Kota Mataram I Gusti Bagus Ari Sudana Putra berharap Festival Mentaram ini jangan hanya sekedar mempertontonkan pameran yang hanya sekedar melintas di jalan raya saja. Tetapi lebih dari itu Dinas Budpar juga harus bisa mengundang dan mengemas tradisi-tradisi yang lain untuk bisa ditunjukkan. Kesenian dari daerah lain perlu ditampilkan untuk memastikan diri Kota Mataram sebagai miniatur Indonesia.”Harus bisa menunjukkan kesenian daerah lain. Karena Mataram ini miniaturnya Indonesia,: ungkap Gus Ari yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram ini.

Ia menyebut selama ini Mataram hanya menampilkan tradisi-tradisi yang ada di dan dimiliki masyarakat Kota Mataram. Agar bisa menarik tamu dari luar, harus ditampilkan juga kesenian atau kebudayaan lain sebagai bentuk akulturasi budaya di Kota Mataram. Bagaimanapun juga Festival Mentaram akan menghabiskan anggaran besar. “Kedepan acara ini harus dikemas semenarik mungkin agar bisa dijual untuk tamu," tegasnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut