Fenomena Hari Tanpa Bayangan di NTB Mulai 26 Februari, Catat Jamnya!

Penyinaran matahari saat tengah hari. (IST/NET)

MATARAM–Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) RI merilis bahwa Indonesia akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan pada 21 Februari-5 April 2022.

Fenomena ini diterangkan LAPAN dalam Situs Sains Edukasi Antariksa sebagai akibat dari posisi Indonesia yang terbentang dari 6° Lintang Utara hingga 11° Lintang Selatan dan di belah oleh garis khatulistiwa. Dengan lokasi geografis seperti itu, Matahari akan berada di atas Indonesia ketika tengah hari pada pekan keempat Februari hingga pekan pertama April.

Di mana pada rentang waktu itu, nilai deklinasi Matahari bervariasi antara –11° hingga +6°. Deklinasi adalah sudut apit antara lintasan semu harian Matahari dengan proyeksi ekuator Bumi pada bola langit (disebut juga ekuator langit). Karena nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka Matahari akan berada tepat di atas kepala kita saat tengah hari.

BACA JUGA :  Awal Ramadan Berpotensi Berbeda, Muhammadiyah Sudah Umumkan 2 April

Dan ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari.

Lantas pada tanggal dan jam berapa persisnya fenomena ini bisa diperhatikan khususnya di NTB? Berikut jadwal yang dirilis LAPAN untuk NTB, khususnya di Kota Mataram, Dompu dan Sumbawa.

  1. Kota Mataram pada 26 Februari 2022 pukul 12.28.25 WITA
  2. Dompu pada 27 Februari pukul 12.18.52 WITA, dan
  3. Sumbawa (Sumbawa Besar) pada 27 Februari 12.23.02 WITA.

Agar masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini, dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan.
  2. Letakkan tongkat atau spidol atau benda lain di permukaan yang rata.
  3. Amati bayangan pada waktu yang sudah ditentukan.
  4. Abadikan fenomena itu melalui potret foto maupun rekaman video sebagai bukti kalau pada saat tersebet bayangan benar-benar tidak ada.
  5. Jika cuaca berawan, dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan. Hal ini dikarenakan di luar rentang waktu lima menit, bayangan matari sudah muncul kembali.
BACA JUGA :  Fenomena Unik, Hari Ini Tengah Hari Lebih Cepat dalam Setahun

LAPAN menegaskan, fenomena ini tidak serta memengaruhi kenaikan suhu di permukaan Bumi saat tengah hari. Hal ini dikarenakan kenaikan suhu tidak hanya dipengaruhi oleh sudut penyinaran, melainkan juga dipengaruhi oleh tutupan awan, kadar kelembaban dan jumlah bibit awan hujan. “Tetap tenang, jangan panik dan jangan pernah percaya berita sebelum jelas kebenarannya!” tulis LAPAN dalam rilisnya. (LAPAN/RL)