Fauzan Terima Penghargaan Bidang Pariwisata

PENGHARGAAN : Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menerima penghargaan STO dari Menteri Pariwisata belum lama ini.

GIRI MENANG – Pemkab Lombok Barat mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten STO (Sustainable Tourism Observatory) dari Kementerian Pariwisata RI. Penyerahan penghargaan dilangsungkan di BSD International Convention Exhibition Tangerang, Rabu (7/9). Plakat penghargaan diserahkan oleh Menteri Pariwisata RI Arif Yahya kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid.

Penjelasan ini disampaikan oleh Kabag Humas Setda Lombok Barat H. Ahkam Mahfudz kepada Radar Lombok, Kamis (8/9). Lombok Barat menjadi kabupaten STO yang mengembangkan wisata berkelanjutan. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Slemen (DIY) dan Pangandaran Jawa Barat.

Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas Pariwisata Ispan Junaidi menghadiri launching STO yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada penyelenggaran kegiatan ini Kementerian Pariwisata RI bekerjasama dengan PATA (Pacifik Asia Travel Association). Hadir pula tamu luar negeri dari 60 negara yang masuk keanggotaan PATA.

Pemerintah pusat mengapresiasi pengembangan pariwisata di Lombok Barat. Penetapan Lombok Barat sebagai STO akan memotivasi pengembangan wisata Lombok Barat.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi menegaskan, di Indonesia satu satunya daerah destinasi wisata yang sudah mendapatkan Full Assesment dari Lembaga GSTC (Global Sustainable Tourism Council) adalah Lombok dan Lombok Barat dengan strategi pengembangan destinasinya dianggap paling memiliki komitmen. Asesmen tersebut sangat luas dan mendalam meliputi 41 kriteria dan ratusan indikator. “Alhamdulillah dari asesmen tersebut kita sudah mampu mendapatkan raport yang baik sekali. Dengan predikat STO ini, maka selama beberapa tahun kita dimonitor oleh lembaga dunia dan Universitas Mataram menjadi monitoring centernya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kedepan predikat ini adalah motivasi semua untuk terus-menerus berbenah. Masih banyak pekerjaan rumah di lingkup pariwisata Lombok Barat. Tidak hanya Pemkab yang serius, tetapi juga harus mendapat dukungan penuh dari pelaku wisata dan elemen-elemen lainnya. “ Misalnya ada kita dapat merah soal kebebrsihan lingkungan,” ungkapnya.

Soal sampah di kawasan wisata, Ispan menyatakan bahwa penanganannya tidak bisa hanya dibebankan ke Dinas Pariwisata atau Dinas Kebersihan. Ini menyangkut prilaku dan mental masyarakat yang belum sepenuhnya sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Karena ini soal mental dan kultur, maka harus ada gerakan bersama. Pemerintah disini hanya sebagai pendorong. Industri pariwisata seperti hotel dan lainnya akan ikut mendukung gerakan bersih objek wisata, tapi masyarakat dan komunitas wisata di Lombok Barat juga harus berubah. “ Kebersihan itu masuk sapta pesona selain keamanan, keserasian sampai mampu menciptakan kenangan atau memori terbaik bagi wisatawan sehingga mereka betah dan selalu enjoy menikmati liburan di Lombok bahkan mereka tetap ingin kembali datang wisata ke Lombok,” pungkasnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut