Fauzan Launching Dua Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat

Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat
WISATA : Taman Miring di pintu masuk Desa Sesaot Kecamatan Narmada. (IST FOR RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Bertambah lagi dua destinasi wisata baru di Lombok Barat yakni kawasan wisata Gunung Sasak di Kecamatan Kuripan dan Taman Miring di Sesaot Kecamatan Narmada. Kedua destinasi ini diresmikan Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid di lokasi masing-masing, Kawasan Gunung Sasak di-launching pada Sabtu (11/2) dan Taman Miring pada Jumat (10/2) sehari sebelumnya.

Di Gunung Sasak yang pembenahannya dibantu anggaran dari Dinas Pariwisata Lobar senilai Rp 1,6 miliar itu kini terbangun gardu pandang, dan sejumlah gazebo serta penataan lainnya. Di sana juga ada batu besar yang hanya berpijak sekitar kepalan tangan dewasa seakan-akan batu tersebut melayang di atas tanah yang bernama batu kemeras. Batu ini oleh beberapa pihak diyakini memiliki kekuatan mistis yang kuat dan menjadi salah satu daya tarik kawasan ini. Di Gunung Sasak bisa dinikmati keindahan Pulau Lombok dari ketinggian.

Gunung Sasak sendiri merupakan kawasan wisata yang sudah ada sejak era 80-an. Kawasan ini dahulunya pernah diresmikan oleh Presiden Soeharto. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan prasasti dan bekas landasan helipad. Kawasan wisata ini kemudian menjadi tersisihkan dengan kemajuan zaman. Untuk itu, Pemkab Lobar secara bertahap melakukan pembenahan guna mengembalikan eksistensi daerah tersebut.

Kemudian Tamang Miring sendiri merupakan karya masyarakat Desa Sesaot. Warga menyulap lahan yang berlokasi di pintu masuk Desa Sesaot itu begitu cantik dengan struktur bangunan bambu. Sesuai namanya, taman ini memiliki kemiringan 45 derajat.  Taman wisata ini juga menyediakan beberapa gazebo untuk bersantai serta sejumlah spot foto. Kemudian di bawahnya ada sungai jernih yang bisa dipergunakan rafting.

BACA JUGA :  Rumah Adat Desa Beleq, Cikal Bakal Warga Sembalun

“Dibangunnya Taman Miring ini karena lokasinya strategis, viewnya juga bagus, cocok buat tempat nongkrong anak muda. Inovasi dan kreasi harus terus kita kembangkan karena Desa Sesaot juga merupakan destinasi wisata yang berkelanjutan. Semua itu tentunya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” kata Kepala Desa Sesaot, Yuni Hari Seni saat peresmian.

Berkaitan dengan Gunung Sasak sendiri, Bupati mengatakan bahwa keterlibatan seluruh instansi terkait sangat penting dalam proses pembenahan kawasan wisata. Sebagai contoh Camat Kuripan yang menggandeng semua pelaku pariwisata mengangkat peran wisata budaya dan wisata desa khususnya kawasan Gunung Sasak dan sekitarnya. “Dinas Kehutanan NTB juga sangat berperan aktif dalam pengembangan wisata. Ada beberapa wilayah di Lobar yang hutannya cukup potensi untuk dijadikan sebagai kawasan wisata. Di antaranya Gunung Sasak, Lembah Sempage dan Sesaot,” jelasnya.

Khusus pemanfaatan lapangan tembak, bupati meminta Camat Kuripan agar ke depannya bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Sementara itu bupati sangat antusias saat tiba di peresmian Taman Miring. Bahkan terkejut begitu keluar dari mobil. Dia tak menyangka lahan yang dahulunya biasa saja kini menjadi rapi dan indah. “Ini pemandangan yang indah dan alami,” ungkapnya takjub.

Bupati mengaku bangga dengan inovasi dan kreasi yang dibangun oleh masyarakat Desa Sesaot. Bupati berharap keterlibatan masyarakat dalam menata desa seperti yang dilakukan masyarakat Desa Sesaot dapat ditiru oleh desa lain. Terlebih kini Desa Sesaot bersama Desa Pakuan dan Buwun Sejati merupakan kawasan destinasi wisata yang berkelanjutan sehingga diperlukan inovasi dan kreasi dalam penataannya.(zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut