Fauzan Khalid : Tidak boleh Ada yang Kelaparan

PENANGANAN-Bupati H. Fauzan Khalid memimpin rapat penanganan bencana banjir di Giri Menang.( Igit/Radar Lombok)

GIRI MENANG : Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengumpulkan para pimpinan OPD terkait penanganan bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar yang menyebabkan empat orang tewas dan ratusan rumah rusak, Senin (6/12). Bupati memerintahkan empat OPD utama yakni Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Ketahanan Pangan dan Dinas PU untuk berkoordinasi melakukan pendataan korban, mengevakuasi warga ke tempat aman dan memenuhi kebutuhan mereka selama mengungsi. Bupati memastikan seluruh kebutuhan para korban dan warga terdampak aman. ” Tidak boleh ada yang kelaparan,” ungkap bupati.

Dalam pertemuan ini diputuskan beberapa hal penting. Pertama, warga yang rumahnya diterjang banjir harus dievakuasi ke tempat aman paling telat malam ini. Itu berarti seluruh kebutuhan mereka selama di tempat darurat akan dipenuhi oleh Pemda. Pemkab Lobar akan membangun posko tanggap darurat masing-masing di Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar. Posko didirikan agar penanganan bencana dan warga yang terdampak bisa berjalan dengan lancar. “Kita bangun dapur umum di Puskesmas Gunung Sari,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, Mahnan.

Dinas Kesehatan juga siap dengan kebutuhan obat-obatan untuk warga. Seluruh rumah sakit dan Puskesmas disiagakan untuk penanganan warga. Sementara Dinas Sosial menjamin bantuan kepada warga yang terdampak dapat terpenuhi. Lobar masih punya beras cadangan sekitar 65 ton, ditambah dengan bahan kebutuhan lainnya. Kepada warga yang meninggal dunia, Pemda menyiapkan dana tali asih. Tidak hanya itu, Pemda juga akan membantu penanganan rumah mereka yang rusak.(git)