Fauzan, Ahyar dan Gede Sakti Gabung NasDem

Syamsul Lutfi (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelantikan Pengurus DPW NasDem NTB akan digelar 1 November 2021. Sejumlah kepala daerah dan mantan kepala daerah dipastikan memperkuat jajaran kepengurusan.

Di antaranya Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Bupati Dompu Kader Jaelani dan mantan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh. Ketiga tokoh ini didaulat sebagai Dewan Pakar DPW NasDem NTB.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Syamsul Lutfi membenarkan perihal bergabungnya tiga tokoh tersebut. “Iya betul (Fauzan dan Ahyar masuk NasDem). Sedangkan Bupati Dompu Pak Kader Jaelani beliau memang kader NasDem,” ucap mantan Wakil Bupati Lombok Timur tersebut.
Selain itu lanjut Lutfi, ada sejumlah tokoh lain yang ikut bergabung. Di antaranya Lalu Gede Sakti, Lalu Suhaimi Ismy dan Baiq Diyah Ratu Ganefi yang juga masuk di Dewan Pakar DPW NasDem NTB.

BACA JUGA :  Sukiman Tetap Berpeluang Diusung di Pilkada NTB

Pengamat Politik UIN Mataram Agus, M.Si menilai, bergabungnya sejumlah tokoh ke NasDem menujukkan ada tren dari partai politik mencari tokoh-tokoh yang memiliki dua kriteria.
Pertama memiliki basis massa yang sudah mapan seperti tokoh ormas. NTB yang memiliki karakteristik sosial politik dengan mayoritas muslim tradisional dipandang efektif menjadikan tokoh-tokoh ormas Islam seperti tokoh NW dan NU sebagai pendongkrak suara.

Kedua, mencari tokoh yang sudah mapan secara materi, seperti pengusaha, birokrat, para jenderal yang baru pensiun, atau Bupati, Gubernur dan Wali Kota. Para kepala daerah termasuk para wakilnya yang belum memiliki partai, pasti jadi incaran karena mereka memiliki APBD dan mesin birokrasi. “Jadi politik elektoral kita akhirnya dibajak oleh para kapitalis,” ungkap mantan Anggota KPU NTB tersebut.

BACA JUGA :  Rumaksi dan Mahsun Mundur, Suhaili Ajukan Cuti

Baginya, dengan keputusan para tokoh ini bergabung ke NasDem tentu karena target pemenangan Pemilu 2024. Dan hal ini akan bisa memicu persoalan baru di internal NasDem sendiri. Mereka akan menjadi saingan baru untuk kader lama NasDem. Jika tidak bisa dikelola dengan baik, bisa jadi NasDem ditinggal para kadernya. “Dan pada akhirnya nanti, meskipun para tokoh ini bisa menggunakan NasDem untuk nyalon Pilkada, belum tentu NasDem bisa mengangkat jumlah kursinya di pemilu DPRD,” tandasnya. (yan)