Fathurahman, Angkat Batok Kelapa Lombok Tembus Pasar Eropa

Fathurahman Angkat Batok Kelapa Lombok Tembus Pasar Eropa
TEMBUS EROPA: Fathurahman bersama Erniwati perajin batok kelapa asal Lingsar menunjukkan produk kerajinannya yang sudah masuk pasar Eropa, Timur Tengah dan Asia, Minggu kemarin (9/4). (Lukmanul Hakim/Radar Lombok)

Tanaman kelapa memiliki multifungsi dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tak hanya menjadi obat, makanan hingga bahan bangunan, tapi juga pohon kelapa bisa disulap dan menghasilkan kerajinan bernilai ekonomi tinggi.


LUKMANUL HAKIM – GIRI MENANG


Kelapa membawa berkah bagi pasangan suami istri Fthurahman dan Ernawiati asal Lingsar, Lombok Barat ini. Mereka  menyulap batok kelapa menjadi kerajinan bernilai tinggi dan mampu mendatangkan keuntungan yang cukup besar dalam mengangkat perekonomian mereka.

Fathurahman mengawali membuat kerajinan berbahan baku batok kelapa sejak tahun 2000.  Saat itu, Fathurahman membantu kakak iparnya memasarkan meubel hasil produksinya. Sambil memasarkan produk meubel itu, dia juga menjual kerajinan dari batok kelapa yang diproduksi terbatas.  Respon ternyata cukup bagus terhadap kerajiann dari batok kelapa itu.

Fathurahman berpikir untuk memproduksinya sendiri. Setelah berdiskusi dengan sang istri, akhirnya dia memutuskan untuk memulai produksi. Hasil kerajinan yang dibuat sebatas piring, mangkok dan gelas cangkir.  Tidak sulit mencari bahan bakunya. Ketika itu Fahthurahman memasarkan produk kerajinan batok kelapa yang dibuatnya itu secara terbatas.

Fathurahman bersama  sang istri  Ernawiati  penuh keyakinan akan bisa merambah hingga pasar luar negeri yakni ekspor. “Pertama kali membuat kerajinan batok kelapa, kebetulan saya juga menjual produk meubel kakak ipar, sambilan juga menjual kerajian batok kelapa. Ternyata respon pembeli cukup bagus, makanya saya terus memperbanyak produksi dan memperluas pasar lokal ketika itu,” tutur Fathurahman didampingi sang istri Ernawiati,  Minggu kemarin (9/4).

[postingan number=5 tag=”features”]

Pelan pasti, kini produ kerajinan batok kelapa milik Fathurahaman sudah menyebar hingga berbagai negara. Kerajinan batok kelapa hasil karya Fathurahman sudah masuk pasar India, Turki, Jepang, Kuwait dan sejumlah negara lainnya di Asia dan Eropa serta Timur Tengah. Hanya saja, saat ini, Fathurahman tidak langsung menjadi eksportir, melainkan menjadi pihak penyuplai bagi pihak kedua bahkan pihak ketiga dari Bali dan Surabaya untuk mengirim berbagai produk kerajinan berbahan baku batok kelapa.

“Produk piring, mangkok dan gelas yang permintaannya cukup tinggi untuk dikirim ke luar negeri,” ujarnya.

Selain menjajal pasar ekspor, Fathurahman juga tetap mengandalkan pembeli dari dalam negeri, dalam hal ini wisatawan   yang berkunjung ke Lombok. Tak sedikit pula wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia datang langsung ke Artshop Coco Craft di Desa Lingsar yang dimiliki Fathurahman.

Selain langsung membeli berbagai produk yang sudah ada di Artshop Coco Craft dan langsung dibeli, banyak juga pengunjung dari berbagai daerah yang memesan berbagai produk berbahan baku batok kelapa untuk dibuatkan. “Ada juga wisatawan yang memesan dibuatkan motif sesuai keinginan mereka, baru kami buatkan dan diambil oleh orang bersangkutan dalam waktu yang disepakati,” ujarnya.

Setiap hari, Fathurahman tetap memproduksi  berbagai motif kerajinan berbahan baku batok kelapa dengan melibatkan beberapa karyawan. Bahkan saat ini permintaan dari India untuk produk piring, mangkok dan gelas untuk dibawa jadi contoh.

Selain itu juga permintaan untuk ekspor sebanyak 30 ribu untuk produk kerajinan gelas berbahan baku batok kelapa yang akan dipasok ke Perancis. Hanya saja, permintaan belum disanggupi Fathurahman. Alasannya masih belum ada kesepakatan masalah harga yang terlalu murah ditawarkan oleh pengusaha asal Bali selaku pihak yang melakukan ekspor. “Untuk pemintaan 30 ribu gelas itu, saya belum sepakati. Meski berkali-kali mereka nelpon agar dibuatkan, tapi harga belum cocok,” terangnya.

Untuk memperkuat pasar, Fathurahman mengaku terus berupaya memperluas jejaring pasarnya, baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk juga mejalin koordinasi dan komunikasi dengan pihak pemerintah daerah baik dinas perdagangan dan pihak teknis terkait lainnya.   Hal tersebut menjadi penting dalam memasarkan lebih luas produk kerajinan batok kelapa. Bahkan Fathurahman saat ini sedang berjuang untuk menjadi pengusaha yang langsung ekspor tanpa melalui tangan kedua ataupun ketiga. “Surat-surat dan persyaratan untuk menjadi eksportir langsung sudah mulai kami urus,” ujarnya.(*)