Fastboat Bali-Lombok Nekat Muat Penumpang Lebih

Fastboat Bali-Lombok Nekat Muat Penumpang Lebih
PENUMPANG : Fastboat jalur Bali-Lombok yang mengangkut wisatawan yang ada di Gili Trawangan belum lama ini. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Fastboat (kapal cepat) jurusan Bali-Lombok rupanya masih banyak yang nekat mengangkut wisatawan melebihi kapasitas.

Hal ini mendapatkan sorotan dari Pemkab Lombok Utara dan meminta Syahbandar Pemenang untuk menindaklanjutinya.  “Kemarin pak bupati melihat sendiri saat pulang dari Bali banyak wisatawan yang duduk di atap kapal, padahal di sana tidak ada kursi yang disediakan. Jadi, kita cari solusinya,” terang Plt Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Lombok Utara Samsul Rizal kepada wartawan seusai menggelar pertemuan di ruangan bupati, Kamis (15/6).

Praktik mengangkut penumpang melebihi kapasitas ini, menurut Samsul, bisa membahayakan wisatawan yang menggunakan jasa kapal cepat. “Belum lagi barang yang dibawa. Kalau ada apa-apa nanti pemda yang disalahkan,” katanya.

Sementara untuk penyeberangan dari Lombok ke Bali sudah sesuai dan tidak pernah ditemukan ada yang mengangkut wisatawan melebihi kapasitas. Karena untuk kapal cepat dari Lombok ke Bali ini selalu melalui pengecekan terlebih dulu. “Tadi sudah pertemuan tapi belum ada solusi teknis, nanti kita akan bertemu lagi dengan Syahbandar Pemenang,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPP Syahbandar Pemenang Madhi menyatakan, terkait persoalan kapal cepat jurusan Bali ke Lombok yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas merupakan kewenangan Syahbandar yang ada di Bali. “Kalau di sini tidak boleh melebihi kapasitas,” katanya.

Jika ditemukan ada kapal cepat yang akan mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang ditentukan maka kapal cepat akan ditegur dan diminta menurunkan penumpang yang berlebih. “Yang lebih jelas harus turun kalau lebih tidak akan kasih jalan. Kalau ada yang sampai sini sudah kelebihan kapasitas itu urusan yang di Bali,” pungkasnya. (flo)

BACA JUGA :  Klinik di Gili Banyak Beralih ke Praktik Pribadi