Fasilitas Pendidikan di Aik Mual Butuh Perhatian

BUTUH PERHATIAN : Murid-murid MI Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah Dusun Aik Mual Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar Lobar saat menyambut rombongan TNI dari KODIM/1606 Lobar yang melakukan peninjauan kegiatan TMMD September-Oktober 2016 di sekolah terkait (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-MI dan SMP Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah merupakan sekolah satu atap yang lokasinya berada di ketinggian tepatnya di Dusun Aik Mual Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar. Menuju lokasi sekolah ini cukup melelahkan karena harus naik turun gunung dulu dan melewati jalan baru yang dibuka TNI dari KODIM/1606 Lobar melalui kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) September-Oktober 2016. Kondisi jalan belum diaspal.

Bangunan MI dan SMP sudah permanen berkat kerjasama masyarakat dengan TNI. Tentara membantu pembangunan sekaligus membantu penyediaan material bangunan. “ Sekolah ini beberapa waktu lalu sempat roboh, tapi sekarang berkat kerjasama masyarakat dan TNI melalui program TMMD, bisa diperbaiki lagi,” ungkap Kepala MI, Multazam, Rabu (19/10).

Namun yang masih menjadi persoalan saat ini kata Multazam adalah kurangnya ruang kelas. Jumlah ruang kelas hanya tiga, sementara ada enam rombongan belajar dari kelas satu sampai kelas enam. Aktivitas belajar mengajar dilaksanakan pagi hari, kecuali Rombel SMP kelas VII yang masuk siang. “Jadinya terpaksa ruang kelas itu kami berikan sekat triplek agar semuanya bisa belajar,” terangnya.

Selama ini kata Multazam, tidak ada bantuan dari pemerintah untuk sekolah yang berdiri sejak 2010 ini. Sementara kenyataanya banyak sekali anak yang tidak sekolah di empat dusun sekitar karena akses sekolah sangat jauh. Pihak Yayasan Al-Hidayah Tarbiyah Islamiyah tetap komit melanjutkan MI dan SMP yang sudah terbangun ini. “Kalau tidak ada sekolah ini, di mana anak-anak ini bersekolah. Kemarin saja kita buat SMP, karena kita sangat prihatin banyak anak-anak SD yang sudah lulus, menikah muda karena tidak ada harapan mau melanjutkan ke mana,” ujarnya.

Jumlah murid MI sendiri sebanyak 50 orang, sementara SMP 17 orang. Murid-murid MI dan SMP ini merupakan warga dari empat dusun sekitar. Sementara jumlah guru MI sendiri sebanyak delapan orang dan SMP lima orang. Guru-guru ini merupakan guru yang senantiasa mengabdikan diri untuk ikut bersama-sama membangun pendidikan yang lebih baik di Dusun Aik Mual dan sekitarnya. “Kami sangat berharap sekali ada bantuan dari pemerintah, khususnya untuk penambahan ruang kelas,” tandasnya.(zul)