Fasih Baca Alqur’an, Tambah Wawasan Pariwisata

Festival Wajah Syar’I Indonesia yang telah dilaksanakan di Mataram pada pekan pertama bulan Mei lalu mengantarkan Amy Shientiarizki sebagai juara pertama. Ia juga dinobatkan sebagai Duta Wisata Halal Provinsi NTB.

 


AZWAR ZAMHURI – MATARAM


 

Suasana terlihat lengang kala Radar Lombok mencari alamat Jalan Bakung Blok AA No 04 Mataram, Selasa sore kemarin (24/5). Seorang wanita muda dengan hijab lebar berwarna merah bergegas keluar dari salah satu rumah di Perumahan Lingkar Pratama. Dengan senyum ramah, dia menyambut kedatangan koran ini. Dialah Amy Shientiarizki  Duta Wisata Halal NTB.

 Sedari awal,  Amy begitu ramah. Tutur katanya lembut dan sopan penuh keakraban.   Gadis kelahiran 20 Oktober 1993 ini, seorang dokter muda yang bertugas di  Puskesmas Gunung Sari. Amy tengah mengikuti pendidikan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) untuk menyempurnakan gelar dokternya dari Universitas Mataram (Unram). “Jadi aktivitas saya sehari-hari ke Puskesmas,” ujar putri dari pasangan H Awal Abdullah dan Baiq Mordiyanti ini.

 Lalu bagaimana bisa seorang Amy menjadi Duta Wisata Halal ?. Dia bercerita, ibunyalah yang  meminta untuk ikut dalam Festival Wajah Syar’i yang dilaksanakan  pada tanggal 6-7 Mei lalu. Dari 130 peserta, Amy mampu masuk 25  besar dan dilanjutkan 10 besar hingga menjadi yang terbaik.

 Sebagai anak pertama dari 2 bersaudara, ia sudah terbiasa mandiri dalam hidup maupun mandiri dalam belajar alias otodidak. “Sejak SMP saya sudah pakai jilbab, Alhamdulillah sampai sekarang dan saya sangat merasa nyaman dengan penampilan seperti ini,” katanya.

  Meskipun pendidikannya sekolah umum mulai dari SDN 2 Leneng Loteng, SMPN 1 Praya, SMAN 1 Praya dan Fakultas Kedokteran Unram,

Amy sudah fasih membaca Alqur’an lengkap dengan tajwidnya. Bahasa Inggris pun sudah seperti bahasa sehari-harinya.

 Diakuinya, wawasan tentang dunia pariwisata NTB masih ala kadar dan harus banyak belajar lagi. Namun sekali lagi, hobby membaca selalu membawa keberuntungan dalam hidupnya sehingga beban mampu disulap sebagai peluang yang memiliki tantangan. “Menjadi Duta Wisata Halal bagi saya tantangan, bisa belajar dan berusaha mengembangkan pariwisata halal NTB membuat saya bahagia. Sekarang saya sedang menambah wawasan melalui membaca di internet dan juga materi-materi yang diberikan Dinas Pariwisata,” ucap mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Unram ini.

Mengikuti festival atau kontes memang bukan jiwanya, Amy lebih tertarik lomba-lomba menulis. Namun Festival Wajah Syar’i sangat berbeda, tidak hanya mengutamakan penampilan tetapi juga wawasan dan akhlak seorang muslim sejati.

Ia yang berkali-kali pernah menjadi yang terbaik sebagai penyuluh kesehatan dan karya tulis ilmiah, kini memiliki tugas baru dan tanggungjawab lebih besar. Brand wisata halal harus mampu disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat NTB maupun orang luar. “Cita-cita saya ingin bermanfaat bagi orang lain, makanya saya memilih jalan agar bisa menjadi dokter. Dan sekarang saya menjadi Duta Wisata Halal. Alhamdulillah sebuah kebahagian bisa turut serta membangun NTB,” ujar Amy yang juga pernah menjadi Duta Bahasa NTB 2014.

 Kedepan, hari-harinya tidak hanya mengurusi pasien di Puskesmas tetapi juga harus turut serta membangun wisata halal NTB. Berbagai program dan kegiatan menantinya, mulai dari pembuatan video wisata halal, fashion show syar’i dan lain sebagainya. “Saya juga dipercaya jadi Duta MTQ, kan sebentar lagi ada MTQ,” ucap gadis yang sejak sekolah sampai kuliah selalu menjadi bintang kelas ini.

 Berwisata halal menurutnya orang-orang bisa refresing menikmati keindahan ciptaan Tuhan. Berwisata akan semakin mendekatkan seorang manusia kepada penciptanya karena kagum dengan kebesaran Tuhan. “Itu intinya menurut saya, kita rekreasi tetapi juga ibadah tidak terganggu,” terangnya.

 Amy sangat ingin obyek-obyek wisata NTB memiliki berbagai fasilitas penunjang yang bisa membuat wisatawan tidak melupakan Tuhannya. Tempat ibadah, makanan halal dan kebutuhan beribadah ada di obyek wisata. Hal itulah yang ingin juga diperjuangkan dan mengabarkan kepada dunia bahwa NTB merupakan tetesan Syurga karena kemuliaan Tuhan.

Keindahan alam, eksotisnya pantai dan semua obyek wisata lengkap ada di Pulau Lombok dan Sumbawa. Kediri Lombok Barat, menurutnya bisa dijadikan sebagai pusat wisata halal pertama karena keindahan alamnya dan penduduk yang agamis. “Wisata halal adalah sebuah pilihan, ini untuk menambah pangsa pasar pariwisata NTB. Insya Allah, saya siap dedikasikan masa muda saya untuk kemajuan NTB khususnya membangun Wisata Halal,” tutup gadis berwajah Syar’i ini dengan lembut dan meyakinkan.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid