Farouk Paling Potensi Diusung PKB dan Demokrat

Farouk Paling Potensi Diusung PKB dan Demokrat
PENJAJAKAN: Pertemuan tripartit antara Bacagub Farouk Muhammad, Partai Demokrat dan PKB terkait kemungkinan koalisi linier dengan mengusung Farouk Muhammad - Sitti Rohmi (Dok/Radar Lombok)

MATARAM – Koalisi linier Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat tinggal selangkah lagi.  Farouk Muhammad – Siti Rohmi kandidat paling potensi diusung sebagai pasangan bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub)  di pilkada NTB.

Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani mengakui, Farouk Muhammad paling memiliki kans diusung PKB.

Saat ini Farouk Muhammad paling intens membangun komunikasi politik dengan DPP PKB.  Pihaknya pun sedang proses finalisasi arah dukungan di Pilkada NTB. ” Pak Farouk paling intens melakukan komunikasi politik dengan  PKB,” katanya kepada Radar Lombok Rabu kemarin (6/12).

BACA JUGA :  Dewan Usulkan Anggaran Pilkada Dicicil

Ada berbagai parameter menjadi acuan bagi PKB dalam menentukan arah dukungan di pilkada NTB. Diantaranya, intensitas kandidat membangun komunikasi politik dengan PKB.” Intensitas membangun komunikasi politik jadi pertimbangan. Nah, saat ini Pak Farouk paling intens” terangnya.

Ketua Bappilu DPD Partai Demokrat NTB, Nashib Ikroman menegaskan Partai Demokrat mengusung kader Sitti Rohmi sebagai bakal calon wakil gubernur.

Persoalan kemudian, siapa kandidat yang berpasangan dengan Sitti Rohmi di pilkada sangat tergantung dari keputusan parpol mitra koalisi. Dikarenakan partai Demokrat tidak memiliki raihan kursi cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri. Sehingga harus ada parpol mitra koalisi.” Tentu dong kita tunggu keputusan PKB, siapa mau diusung. Apakah Pak Farouk atau Dr Zulkieflimansyah atau kandidat lainnya,” imbuhnya.

Diakuinya, sudah dilangsungkan beberapa kali pertemuan tripartit, antara PKB, Partai Demokrat dan Farouk Muhammad. Pertemuan itu sebagian dari komunikasi politik untuk terus menyatukan pandangan dan persepsi terkait arah pembangunan di NTB. Terlebih, koalisi Partai Demokrat dan PKB sudah tercipta di pilkada Lombok Barat dan pilkada Lombok Timur. ” Tapi prinsipnya, sebelum mendaftar semua masih punya peluang,” tegasnya.

Terpisah  pengamat politik Zulkifli Yusuf menilai, dengan komposisi para kandidat yang bakal bertarung di pilkada NTB, jika berduet paket  Farouk Muhammad – Sitti Rohmi memiliki probabilitas atau peluang  untuk memenangkan pilkada NTB.   Pasangan Farouk-Rohmi mencerminkan representasi dua pulau di NTB. Farouk mewakili Pulau Sumbawa sementara Rohmi mewakili Pulau Lombok. Selain latar belakang basis sosialnya yang dipersepsi publik sebagai representasi Nahdatul Wathan (NW) Pancor.

Farouk Muhammad sudah memiliki basis suara saat pemilu legislatif dengan raihan suara  sekitar 160 ribu atau lebih dari 4 persen  pemilih  pada pilkada 2018 yang diprediksi lebih dari 3,9 juta.

” Hasil survei rata – rata tingkat elaktabilitas masing – masing kandidat calon kepala daerah berkisar 15 persen. Artinya itu belum menunjukkan tingkat elaktabilitas menggembirakan,” jelasnya.

Dikatakan, pemilih di pilkada NTB  berkisar 70 persen di pulau Lombok, dan sisanya 30 persen domisili di Pulau Sumbawa. Namun persoalannya, pemilih di pulau Lombok bakal diperebutkan tiga calon gubernur  dan semua memiliki teritorial dukungan.  Ahyar Abduh di Kota Mataram, Suhaili FT di Lombok Tengah dan Ali BD di Lombok Timur. Dan di posisi wakil gubernur  ada Lalu Gede Sakti basis dukungan NW Anjani dan Sitti Rohmi basis dukungan NW Pancor. Para kandidat tersebut realtif  hanya mampu bergerak di wilayah teritorial dukungan dalam meraih dukungan suara pemilih.

Misalnya, paket Suhaili Amin bakal hanya leluasa bergerak di Lombok Tengah namun sulit meraih dukungan suara  besar di Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Mataram. Paket Ali BD – Sakti bakal dipersepsikan paket Lombok Timur – Lombok Timur, sehingga paket tersebut bakal sulit bergerak meraih dukungan besar di luar daerah tersebut.  Sementara pemilih di Pulau Sumbawa hampir 70 persen berbahasa Bima dan sisa Samawa. Dengan karakter kultural dan organik yang dimilikinya, pemilih di pulau Sumbawa akan memilih Farouk Muhammad maju sebagai bacagub dan bukan memilih Mori Hanafi dan Muhammad Amin yang maju sebgaai bacawagub.” Mereka pemilih di Sumbawa akan memilih kepala,bukan memilih ekor,” paparnya.

Farouk Muhammad  menunjukkan keseriusan plus modal popularitas-elektabilitas yang baik (kompetitif) berdasarkan sejumlah survei. Jika terwujud, duet pasangan ini lebih menarik dan punya sisi elektoral sangat baik. Profil dan portofolio masing-masing menarik dan saling melengkapi. Dalam pilkada, kekuatan figur sangat menentukan, apalagi kekuatan itu saling melengkapi di antara cagub dan cawagub.

BACA JUGA :  Muammar Gerilya Kumpulkan KTP

Farouk Muhammad putera asli NTB kelahiran Bima, purnawirawan polisi bintang dua, pernah jadi Kapolda NTB, Guru Besar Ilmu Kepolisian dan pernah menjabat sebagai Gubernur PTIK.

Kiprahnya di level nasional dikenal luas. Jabatannya pernah sebagai pimpinan DPD RI membuatnya punya jaringan nasional yang mumpuni. Farouk pun memiliki jaringan internasional cukup luas.

Sementara itu, Sitti Rohmi Djalilah, pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur 2009-2013. Pendidikannya  bergelar doktor dan saat ini menjabat Rektor Universitas Hamzanwadi di Selong. Latar belakang dan dukungan penuh dari Ormas Nahdatul Wathon Pancor menambah bobot elektoral tersendiri. Apalagi ia juga adalah kakak kandung TGH Zainul Majdi.(yan)