Farouk Muhammad Incar Gerindra dan PKS

Farouk Muhammad Incar Gerindra dan PKS
DUKUNGAN: Sejumlah elemen masyarakat deklarasi dukungan bagi Farouk Muhammad maju di Pilkada NTB belum lama ini. (Dok/)

MATARAM—Mengalirnya dukungan bagi Wakil Ketua DPD RI dapil NTB, Farouk Muhammad maju di Pilkada NTB membuatnya makin percaya diri. Farouk menegaskan, dirinya hanya akan maju sebagai calon gubernur dan bukan calon wakil gubernur.

“Sesuai aspirasi dan dukungan saya maju sebagai calon gubernur,” katanya, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (17/5).

Farouk mengatakan, dirinya akan maju di kontestasi di Pilgub NTB melalui jalur parpol. Selain sudah mendaftar resmi di bursa penjaringan calon kepala daerah di Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Farouk juga mengaku sedang intens membangun komunikasi politik di DPP Partai Gerindra dan DPP PKS.

Terlebih, dirinya sudah sangat kenal baik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden PKS Shohibul Iman. Ia mengaku hampir tidak ada hambatan komunikasi dirinya dengan kedua petinggi parpol tersebut.

“Komunikasi saya dengan Pak Prabowo dan Pak Shohibul sangat baik,” imbuhnya.

Kendati komunikasi politik yang dibangun dan dijajaki belum final, tapi  Farouk Muhammad optimis bakal memperoleh dukungan kedua parpol tersebut sebagai kendaraan maju di kontestasi Pilkada NTB. Terkait kemungkinan Farouk maju di Pilkada NTB melalui jalur independen, ia mengaku belum berpikir ke arah itu.

Ia memprioritaskan dukungan parpol sebagai kendaraan maju di Pilkada NTB. “Soal jalur independen belum terpikir,” ungkapnya.

Pengamat politik NTB, Agus MSi mengungkapkan, faktor geopolitik masih berpengaruh di NTB. Ia melihat pemilih NTB 72 persen ada di pulau Lombok. Sentimen kedaerahan masih membayangi rasionalitas masyarakat dalam memberikan suaranya. Karena itu, ia menilai, Farouk Muhammad memiliki tantangan secara geopolitik.

“Farouk Muhammad harus pandai memilih calon wakil dan harus mampu juga menawarkan gagasan untuk NTB yang lebih baik dengan program-program inovatif,”  sebutnya.

Agus malah mempertanyakan, apakah Faruk Muhammad bisa meyakinkan kedua partai tersebut. Ia melihat Partai Gerindra dan PKS dalam sejarah pendiriannya memiliki ideologi yang berbeda. Apakah Faruk bisa mempertemukan dua ideologi partai yang berbeda tersebut. (yan)