Farouk Minta Toleransi Harus Tetap Dirawat

MATARAM—Peristiwa Tanjung Balai, Sumatera Utara baru-baru ini mencederai toleransi dan kerukunan umat beragama di tanah air. Peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius dan meningkatkan kewaspadaan diri semua kalangan terhadap kemungkinan muncul berbagai bentuk konflik, termasuk di NTB.

Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad mengatakan, salah satu wujud dari menjaga dan merawat toleransi hidup beragama adalah menjalin dan memperkokoh tali silaturahmi antarumat beragama. Semasa umat bergama juga harus menjaga hubungan yang baik dengan manusia lainnya.

"NTB punya sejarah cukup panjang dalam soal toleransi dan kerukunan," katanya, dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan dilangsungkan, di Kota Mataram, Selasa kemarin (2/8).

Menurutnya, merajut hubungan damai antar penganut agama hanya bisa dimungkinkan jika masing-masing pihak menghargai dan menghornati pihak lain. Mengembangkan sikap toleransi beragama, bahwa setiap penganut agama boleh menjalankan ajaran dan ritual agamanya dengan bebas dan tanpa tekanan.

Karena itu, pihaknya meminta hendaknya toleransi beragama dijadikan kekuatan memperkokoh silaturahmi dan menerima adanya perbedaan. Dia meyakini dengan ini, akan terwujud perdamaian, ketentraman dan kesejahteraan.

"Kita harapkan kedepan, NTB bisa menjadi simbol daerah di Indonesia. Toleransi dan kerukunan terawat dan terjaga dengan baik," ucapnya.

Selain itu, Farouk menilai kehidupan masyarakat di  NTB yang religius  menjadi modal sosial mempertahankan warna Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga merawat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong dan persaudaraan. Sehingga bisa makin memperkokoh dan memperkuat silaturahmi dan menerima semua perbedaan ada.

"Dengan ada sikap saling menerima bisa menghilangkan berbagai muncul konflik dari ada perbedaan itu," tandasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid