Fahri: Teroris Jangan Dihubungkan dengan Agama

Fahri Hamzah (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Akhir-akhir ini teroris kembali jadi topik pembicaraan publik. Apalagi setelah terjadi aksi ledakan bom bunuh diri di Katedral, Makassar, Minggu (28/3) lalu.

Kemudian disusul penangkapan sejumlah terduga teroris di beberapa daerah. Termasuk di NTB ada lima orang yang sudah diamankan ke Mabes Polri yang berasal dari Bima.

Belum lama ini publik juga digemparkan dengan adanya perempuan inisial ZA yang tewas ditembak di dalam Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) sore.

Atas beberapa kasus tersebut, politisi kawakan asal NTB, H. Fahri Hamzah angkat bicara soal teroris yang saat ini tengah menjadi topik pembahasan masyarakat.

Fahri sapaan akrab mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengingatkan agar masalah teroris tidak dihubungkan dengan agama. “Teroris jangan lagi dihubungkan dengan agama, mereka adalah jiwa kosong yang diselundupkan ke dalam bangsa kita yang cinta damai dan persaudaraan,” tulis Fahri di Fanspage FB-nya.

BACA JUGA :  Cegah Penyusupan Teroris, Polres Lombok Barat Perketat Penjagaan

Mereka ini lanjut Fahri adalah bom waktu yang alat picu ledaknya dikendalikan orang lain. Mereka ini penyusup yang bermaksud merusak barisan.

Dalam teori “jiwa kosong” itu kata dia, kita akan menemukan jalan untuk memitigasi potensi teroris di depan. Dan jiwa kosong biasanya diisi oleh yang frustrasi atau mengidap kelainan jiwa. Tapi dipakaikan “identitas” yang mirip identitas agama.

Untuk itu, Fahri, mengusulkan agar tidak lagi menggunakan kata-kata kelompok, jaringan dan lain sebagainya. “Saya usul dihentikan penggunaan kata-kata kelompok, jaringan, dll apalagi memakai bahasa Arab; jamaah, amaliyah, asharullah, dll. Plis, sebut mereka TERORIS saja!,”usulnya.

BACA JUGA :  Menyusup, Satu Terduga Teroris Ditembak di Mabes Polri

“Lalu identifikasi nama, lacak ke keluarga dan tetangganya supaya kita tidak terjebak menyeret agama dan warga umumnya!. Sebab mereka yang menginginkan agar terorisme diakui sebagai hasil atau terkait dengan agama Islam di Indonesia sesungguhnya adalah yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Republik Ini..padahal kalangan Islam merasa rugi atas kegiatan teroris yg dikait-kait tak ada henti,” tambahnya.

“Anda pilih yang mana? Menganggap teroris sebagai residu agama? Atau Teroris tak ada hubungan dengan agama?” tanya Fahri. (sal)