Event MotoGP Mandalika Dongkrak Ekonomi Masyarakat Akar Rumput

MATARAM –  Perhelatan MotoGP Mandalika memiliki dampak besar terhadap bergeraknya sejumlah sektor ekonomi di NTB. Bahkan, catatan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, hitungan hanya dalam waktu 20 hari, (1-20, Maret) perputaran uang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika cukup besar.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji menyebut perputaran ekonomi saat gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat akar rumput (grassroots) di kawasan Mandalika, Lombok.

“Gelaran event MotoGP Mandalika dirasakan langsung dampak positifnya oleh masyarakat akar rumput.  Tentu masih ada catatan yang perlu diperbaiki dan disempurnakan,” kata Heru Saptaji,  kemarin.

Seperti diketahui, Sirkuit Mandalika, Lombok sukses menggelar balapan MotoGP pada 18-20 Maret 2022. Sekitar 70 ribu penonton dan kru pembalap hadir di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Berdasarkan catatan BI NTB, bahwa dampak ekonomi perhelatan MotoGP Mandalika dapat dilihat dengan tingginya perputaran uang di kawasan Mandalika selama beberapa hari jelang dan pada tiga hari pelaksanaan MotoGP Mandalika. 

BACA JUGA :  Ratusan Takmir Dilatih Pengelolaan Masjid Berbasis Digital

Heru menyebut pada awal Maret 2022, transaksi kliring meningkat 12,09 persen,  pembayaran menggunakan kartu di mesin ATM  meningkat mencapai 32,42 persen year on year (yoy). Belum lagi transaksi menggunakan aplikasi QRIS mencapai Rp 1,7 miliar. Nilai transaksi uang di ajang MotoGP Mandalika Lombok dinilai meningkat drastis, jika dibandingkan pada hari biasa, ataupun pada event tertentu di luar perhelatan MotoGP Mandalika. Transaksi yang membanggakan cukup tinggi juga untuk penggunaan aplikasi QRIS dalam waktu hanya 20 hari,  tanggal 1-20 Maret, tembus mencapai 36.611 kali dengan nilai Rp 1, 7 miliar. 

Begitu juga, untuk uang yang keluar (outflow) dari BI selama 2 hari di bulan Maret 2022, mencapai Rp 225,4 miliar. Hal tersebut berbeda dengan aktivitas pada awal tahun yang justru lebih banyak yang uang yang masuk (inflow) dari setoran bank ke BI NTB. Bahkan, BI NTB memasok uang kertas cetakan sempurna dari BI Surabaya untuk memenuhi permintaan peredaran uang di kawasan Sirkuit Mandalika selama event MotoGP.

BACA JUGA :  Beras Masih Menjadi Penyumbang Inflasi Volatile Food Utama NTB

Selain itu, lanjut Heru, pada perhelatan MotoGP Mandalika, BI NTB menyiapkan 10 mobil kas keliling dengan nilai transaksi penukaran RP 1,8 miliar. Begitu juga sebanyak 1.222 merchant QRIS disiapkan di kawasan Mandalika, jauh lebih banyak dari biasanya sebanyak 500 merchant untuk memudahkan pengunjung bertransaksi. Nilai penukaran masyarakat di mobil kas keliling selama tiga hari (18-20 Maret)  mencapai Rp 501,8 juta.

“Itulah dukungan BI NTB berikan untuk mendukung memperlancar transaksi di kawasan Mandalika selama perhelatan MotoGP,” imbuh Heru Saptaji. (luk)