Evaluasi Pemain Dengan Rekaman Visual

Luis Milla Disaat Sesi Latihan

JAKARTA – Luis Milla sepertinya sudah klop dengan para pemain pemain yang ikut dalam seleksi tahap ketiga Timnas U-22. Sebab, para pemain yang ikut dalam program seleksi di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Krawaci-Banten itu, tidak hanya diberikan instruksi dasar bermain semata, melainkan sudah masuk dalam tahapan evaluasi strategi bermain. 

Agar proses evaluasi bisa objektif dan menyeluruh, Milla lantas menggunakan teknik visual dengan merekam jalannya proses seleksi. Kebetulan, dalam seleksi tahap akhir tersebut, pelatih asal Spanyol ini lebih banyak menerapkan metode small games bagi para pemain. Nah, setiap gerakan pemain itu kemudian direkam dan dijadikan video. 

Rekaman sepanjang seleksi kemudian ditonton bersama pemain pada malam hari setelah makan malam bersama di hotel tempat pemain menginap. “Dari hasil rekaman itu akan terlihat mana pemain yang sudah menjalani instruksi dengan baik, mana yang belum. Kalau ada yang belum sempurna, akan diperbaiki secara bersama-sama,” tegasnya. 

Bima menjelaskan, tadi malam, evaluasi lebih dikhususkan kepada Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan yang berada di lini tengah. Tim pelatih memiliki alasan tersendiri untuk itu.  Sebab, bagi mereka, lini tengah adalah dapur kekuatan tim dalam sebuah pertandingan. “Tapi semua pemain tetap akan dikumpulkan,” papar dia. 

[postingan number=3 tag=”olahraga”]

Mantan pemain Persiba Balikpapan itu juga menjelaskan bahwa, meski menganut konsep total football, Milla bukan tipe pelatih yang tidak suka melihat pemainnya berlama-lama memegang bola. Dengan begitu, para gelandang selalu diinstruksikan untuk bermain cepat dan bisa mengalirkan bola ke arah pertahanan lawan dengan cepat pula. 

Nah, para pemain yang diberikan tanggung jawab untuk bisa memainkan peran tersebut, adalah Gian Zola, Paulo Sitanggang, Arsyad Yusgiantoro, Evan Dimas dan Nasir. Mereka akan berkolaborasi dengan para winger yang memiliki kecepatan tinggi semacam Febri Haryadi, Terens Puhiri di sisi kanan serta Yebes Roni dan Saddil Ramdani yang beroperasi sebagai sayap. 

“Sirkulasi bola harus cepat, karena Milla mau bermain cepat menyerang dan cepat selesaikan peluang,” jelas mantan penggawa Timnas Indonesia Primavera itu. “Intinya tidak perlu sampai lima atau enam sentuhan, cukup dua atau tiga sentuhan sudah harus menjadi gol. Dan, kami harap pemain bisa menerapkannya,” timpalnya. 

Para pemain pun sudah siap dengan kemauan pelatih yang pernah mengantarkan timnas U-21 Spanyol juara Piala Eropa pada 2011 silam itu. Hanif Abdurauf misalnya, pemain Arema FC itu mengaku siap dipasangkan di posisi manapun asal misi pelatih tercapai. “Semua pemain juga sudah bisa beradaptasi dengan ritme permainan cepat,” kata Hanif. (ben)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid