ESPE Syndicate Ownbeat Festival Kembali Gelar Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB

OWNBEAT FESTIVAL: Mencari talen-talen berbakat di bidang seni tarik suara, khususnya penyanyi dangdut, ESPE Syndicate Ownbeat Festival kembali menggelar ajang pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB. Tampak panitia foto bersama usai jumpa pers, Minggu (26/9). (sigit/radarlombok.co.id)

MATARAM—Sejak pandemi Covid-19 di Kota Mataram statusnya turun di level II, berbagai kegiatan kini mulai ramai dilaksanakan kembali. Tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Salah satunya lomba pemilihan “Raja dan Ratu Dangdut NTB” yang akan digelar Sirra Prayuna (ESPE) Syndicate Ownbeat Festival, bekerjasama dengan Before 2 Production, pada tanggal 27-30 Oktober 2021 mendatang, bertempat di De-La Sirra Café & Resto Mataram.

“Ownbeat Festival atau Pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB ini telah berlangsung tujuh kali, sejak tahun 2013. Dimana untuk dua kali penyelenggaraan diantaranya menggandeng ESPE Syndicate, yang tentunya juga didukung media-media partner seperti radio-radio dangdut yang tersebar di NTB, Orkes Melayu (OM) Pelita Harapan, dan lainnya,” kata Perwakilan ESPE Syndicate, Bunda Nasiva, Minggu (26/9).

Dijelaskan Nasiva, Ownbeat Festival merupakan wadah bagi para pegiat kesenian di Provinsi NTB, khususnya genre dangdut, untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas mereka. “Seperti diketahui bersama, akhir-akhir ini daerah kita NTB, banyak melahirkan artis-artis dangdut terkenal yang kini telah berkiprah di Jakarta. Contohnya Eva Yolanda dan Baiq Gita, yang juga merupakan jebolan Ownbeat Festival,” jelasnya.

Diakui Nasiva, di masa pandemi saat ini, sangat sulit bagi pecinta dangdut untuk unjuk kreativitas mereka. Sehingga diperlukan wadah untuk menyalurkan segala kreativitas pecinta seni untuk berkreasi. “Antusias warga NTB pada musik dangdut sangat tinggi. Terbukti dari beberapa kali digelar kegiatan ini, peminatnya selalu membeludak,” tuturnya.

BACA JUGA :  IKA Unram Segera Gelar Munas

“Harapannya, dengan adanya wadah berkesenian seperti Ownbeat Festival ini, para pemenangnya nanti karirnya dapat melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi, di tingkat nasional,” harap Nasiva.

Sementara Ketua Panitia ESPE Syndicate Ownbeat Festival, Jojo Joseph, menambahkan untuk kegiatan ini tercatat sudah ada 35 peserta yang mengambil formulir, terdiri atas 18 penyanyi cewek dan 17 penyanyi cowok. “Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 26 Oktober 2021 mendatang, sekaligus technical meeting,” jelasnya.

“Kemudian tanggal 27 Oktober digelar audisi penyisihan pertama. Dilanjutkan pada tanggal 28 Oktober penyisihan tahap dua, untuk mencari 10 peserta terbaik, lima pria dan lima wanita yang masuk ke babak final. Dan tanggal 30 Oktober berlangsung babak final untuk mencari siapa pemenang “Raja dan Ratu Dangdut NTB”,” sambung Jojo.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi, meski untuk Kota Mataram telah turun di level II. Namun seluruh proses penyelenggaraan tetap mengutamakan Prokes yang ketat. “Karena itu kami juga telah mengajukan perizinan kegiatan ke BPBD atau Satgas Covid-19. Demikian untuk peserta wajib telah divaksin. Termausuk pada saat pendaftaran, untuk mencegah kerumunan, para calon peserta dapat mendaftar melalui WhatsApp (WA), dengan personal kontak 087757157526,” jelas Jojo.

BACA JUGA :  Wagub Dukung Sulis Tampil di Liga Dangdut 2021

Sedangkan Founder ESPE Syndicate, Sirra Prayuna, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mencari bakat putra dan putri terbaik di NTB di bidang tarik suara, khususnya dangdut. “Tujuan diselenggarakan ESPE Syndicate Ownbeat Festival, kerja bareng Before 2 Production dalam pemilihan Raja dan Ratu Dangdut NTB, sebagai upaya untuk mencari bakat  putra-putri terbaik NTB,” kata Sirra.

Dikatakan, perkembangan musik dangdut NTB, saat ini menunjukkan bahwa bakat putra dan putri NTB mampu bersaing di kancah nasional. Itu terbukti dengan munculnya bintang dangdut seperti Gita dan Eva.

“Dalam perkembangan musik dangdut, NTB sudah mulai diperhitungkan di kancah nasional. Tentunya ini menjadi modal sosial besar dalam memproduksi talen-talen berkualitas, dan sebagai sarana untuk jenjang menuju nasional,” ujarnya.

Selain itu, di masa pandemi saat ini, ESPE Syndicate hendak mengisi kekosongan sosial, di mana masyarakat telah lama terkurung dalam beraktivitas akibat Covid-19. “Tentu secara psikologis dapat mempengaruhi daya kreativitas dan inovasi masyarakat, khususnya pekerja seni,” kata Sirra seraya menegaskan ajang pencarian bakat ini tentu akan digelar dengan mematuhi protokol kesehatan. (gt)