Endus Praktik Kotor di Internal, Kapolda NTB Marah Besar

Screenshot Video Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto saat melakukan rapat internal bersama jajaran. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto marah besar setelah mengendus adanya dugaan praktik kotor yang terjadi di instansi yang dipimpinnya saat ini. Sampai-sampai, Kapolda mengeluarkan kata b*j*ng*n.

Hal itu diungkapkan Djoko dalam sebuah rapat internal bersama jajaran yang terekam dalam video berdurasi 1 menit 45 detik.

“Saya harus bilang b*j*ng*n, mohon maaf! Dosa biar ditanggung saya. Tapi teman-teman yang melakukan peraktik kotor itu saya bilang b*j*ng*n,” kata Djoko dalam video yang beredar, Kamis (30/6) tersebut.

Diyakini juga bahwa banyak jajaran yang tidak suka dengannya, tapi dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Hanya saja yang ia sayangkan yakni para jajaran yang telah menodai apa yang sudah dijanjikan kepada Tuhan.

Adapun praktik kotor yang diendus tersebut berupa adanya tindakan koruptif, menjadi ijon, menawarkan transaksi, menentukan tarif sebelum mutasi. Dan apa yang telah diketahui sesuai dengan fakta yang dimiliki. “Saya bilang tadi tindakan koruptif, menjadi ijon, menawarkan transaksi, menentukan tarif sebelum mutasi, menentukan uang ijon bayar duluan. Mau kita apain orang ini. Saya sudah punya faktanya, siapa polisi yang melakukan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pimpinannya melakukan hal tersebut hanya mengingatkan para jajaran agar tidak terjebak oleh kegiatan transaksional. “Kita harus betul-betul melaksanakan kegiatan itu dengan hati nurani, bahwa di hati kita, yang utama adalah bagi bangsa dan negara. Kita memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga kepada internal,” katanya.

Marahnya Kapolda tersebut lanjut Artanto, semacam  memberikan peringatan. Karena dalam memberikan peringatan harus disuarakan dengan keras, tidak boleh lemas. “Bapak Kapolda mengingatkan, makanya dalam mengingatkan itu harus keras, mengingatkan itu jangan lemas. Supaya kita itu terespons kembali,” sebutnya.

Perihal perkataan Kapolda mengenai sudah menemukan fakta adanya permainan kotor dalam jajaran, Artanto menyebut, bahwa Kapolda hanya mengingatkan. “Kalau kita tidak diingatkan seperti itu, kita akan terlena. Intinya Polda NTB selalu transparan,” tegasnya. (cr-sid)