Enam Tahun Rusak, Murid SDN 6 Pohgading Belajar di Teras Sekolah

Murid SDN 6 Pohgading saat melakukan KBM di luar ruangan akibat tidak ada ruang kelas. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sejumlah sekolah yang rusak akibat gempa bumi tahun 2018 silam, sampai saat ini belum tersentuh program perbaikan. Seperti di SDN 6 Pohgading Kecamatan Pringgabaya sudah enam tahun murid melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di teras sekolah.

“Sudah banyak pejabat yang datang ke SDN 6 Pohgading ini, mereka hanya menjanjikan untuk diperbaiki. Namun sampai saat ini semuanya nihil. Terbukti sudah 6 tahun melakukan KBM di teras sekolah, karena ruang kelas masih belum diperbaiki,” kata Kepala SDN 6 Pohgading Marzuki, Rabu (6/12).

Dikatakan Marzuki, kondisi gedung kelas SDN 6 Pohading sampai saat ini belum diintervensi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, maupun pemerintah pusat walaupun sudah dijanjikan diperbaiki tahun 2023 ini.

Baca Juga :  PGRI Dukung Sekolah Rayakan Perpisahan Kelulusan Siswa

“Kita hanya dijanjikan oleh Pemkab Lotim maupun Pemerintah pusat. Mudah-mudahan kedatangan Pj Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik pada Senin (4/12) menjadi angin segar untuk diperbaiki tahun 2024 mendatang,” harapnya.

“Kita berdoa dan berharap semoga tahun 2024 ini SDN 6 Pohgading diperbaiki sebab ada 3 ruangan sudah rata dengan tanah tidak ada bangunan sama sekali,” sambungnya.

Untuk diketahui, SDN 6 Pohgading memiliki enam ruang kelas dan satu ruang guru. Setelah diguncang gempa bumi pada tahun 2018 silam, tersisa tiga ruangan. Dari tiga ruang tersisa, satu ruangan dimanfaatkan untuk guru, dan dua ruang lainnya digunakan belajar murid kelas V dan VI. Sedangkan untuk murid kelas II, III dan IV mereka terpaksa harus belajar di teras sekolah secara berdampingan, belajar tanpa menggunakan pembatas.

Baca Juga :  Ombudsman NTB Ingatkan Sekolah Tidak Tahan Ijazah Siswa

“Dengan kondisi tersebut jelas sangat tidak nyaman,” ungkapnya.

Ia menuturkan, kerusakan ruang kelas ini sangat memengaruhi keberlanjutan aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut. Tidak sedikit orang tua yang enggan menyekolahkan anaknya di SDN 6 Pohgading, karena dilihat kondisi bangunan kelas tidak memiliki ruang belajar, wali murid memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah lain.

Terpisah Pj Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik mengaku sudah melihat kondisi SDN 6 Pohgading dan sangat memprihatinkan, sehingga dipastikan tahun 2024 mendatang diperbaiki.

“Saya sudah ke SDN 6 Pohgading, insyaallah di bulan Maret-April 2024 sudah mulai dibangun,” tandasnya. (adi)

Komentar Anda