Enam Pengeroyok Siswa SMA 7 Mataram Jadi Tersangka

ABDURRASYID Kompol Kadek Adi Budi Astawa (EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Beberapa hari lalu, perkelahian antarpelajar di Mataram kembali terjadi. Perkelahian ini di depan SMA 7 Mataram, Kamis (21/7). Dalam aksi perkelahian ini, satu orang siswa menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kasus ini sudah masuk ke ranah Kepolisian. Dan saat ini, sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Enam orang tersangka ini, belum dibeberkan identitasnya secara detail.

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, kasus perkelahian atau pengeroyokan ini berawal dari adanya perselisihan yang terjadi antara korban dengan salah satu pelaku, yang juga merupakan teman sekolahnya. Perselisihan antar-kedua siswa tersebut sempat didamaikan oleh pihak sekolah. Dan menganggap semua telah selesai.

Baca Juga :  80 Persen Penghuni Lapas di NTB Kasus Narkotika

Akan tetapi, sepulang sekolah, salah satu siswa malah mengadu ke temannya yang lain. Sehingga terjadilah pengeroyokan di depan sekolah. “Itulah sebabnya ada keterlibatan orang dewasa, karena mengadu ke relasinya dan relasinya berniat untuk membantu. Sehingga terjadilah pengeroyokan,” ucap Kadek Adi, Senin (25/7).

Untuk saat ini, peran masing-masing pelaku masih terus didalami. Karena sebagian dari pelaku ada yang masih di bawah umur dan sudah dewasa.

Baca Juga :  Ustaz Mizan dan Made Santi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Pada saat proses penyidikan, awalnya ada empat tersangka yang diamankan. Selang dua hari, tersangka yang diamankan bertambah dua orang. “Proses penyidikan berjalan. Hasil visum sudah kita minta ke Rumah Sakit Bhayangkara,” katanya.

Adapun motifnya, sementara diduga karena balas dendam. Namun masih dilakukan pendalaman lebih jauh. “Yang jelas dari beberapa pelaku ada yang masih di bawah umur dan sudah dewasa, sehingga proses penanganan tidak bisa disamakan,” pungkasnya. (cr-sid)