Enam Pasien Covid-19 di Mataram, Dua Meninggal Dunia

PROKES: Warga masyarakat diminta jangan abai dengan protokol kesehatan, seiring bertambahnya pasien Covid-19 di Kota Mataram. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Penyebaran Covid-19 di Kota Mataram mengganas lagi. Acuannya tentu dengan penambahan jumlah kasus warga yang terkonfirmasi positif. Data 19 Januari, tercatat ada tambahan enam kasus baru terkonfirmasi positif yang merupakan warga Kota Mataram.

Hal ini membuktikan kalau virus Covid-19 di Ibu Kota NTB kembali mengganas. “Kemarin itu ada tambahan dua orang. Jadi yang masih dirawat itu enam orang. Dua orang masih isolasi mandiri. Empat orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi di Mataram, kemarin (19/1).

Serangan virus ini tambah berbahaya. Karena tidak hanya menyebabkan penambahan dan dirawat di rumah sakit. Tapi warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah. Setelah sebelumnya, satu orang warga berusia 67 tahun meninggal dunia. Kini ada lagi Lansia yang meninggal dunia karena Covid-19. “Ada tambahan satu meninggal dunia. Dia itu usianya 80 tahun komorbid dan ada komplikasinya. Jadi ada dua yang meninggal dunia,” katanya.

BACA JUGA :  2018, Pemkot Mataram Naikkan Honor Operator Sampah

Setelah ada penambahan pasien positif dan meninggal dunia. Sesuai prosedur penanganan Covid-19. Dinas Kesehatan sudah melakukan tracing dan kontak terhadap keluarga pasien. Hasilnya kata Usman, tidak ada tambahan terkonfirmasi positif. “Hasil tracing kontak erat semuanya negatif,” ungkapnya.

Terhadap pasien positif sudah dilakukan tindakan lanjutan. Seperti pengiriman sampel darah dan sebagainya. Hasilnya tidak ada terkonfirmasi positif Covid-19 varian baru atau Omicron. “Selama ini belum ada laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi. Pak Kadis Provinsi belum ada (Omicron). Mudah-mudahan jangan sampai ada,” terangnya.

Setelah penularan Virus Covid-19 dengan trend meningkat. Tentang penyebab kembalinya virus ini jadi hanti di masyarakat mulai dipetakan. Salah satunya akibat ketaatan melaksanakan protokol kesehatan semakin menurun.

Saat ini, cukup mudah didapati warga tidak menggunakan masker. Lalu juga berkumpul dengan jumlah yang cukup banyak. “Warga masyarakat kita sudah mulai abai. Karena virus ini kan tentang bagaimana kita patuh melaksanakan prokes. Mobilisasi masyarakat juga beberapa saat terakhir seperti normal. Vaksinasi itu harus,” jelasnya.

BACA JUGA :  Banjar Wakili Mataram Lomba Kelurahan Terintegrasi

Juru Bicara Satgas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, dari laporan yang diterima. Ada penambahan kasus terkonfirmasi positif di Kota Mataram. Tapi penambahannya tidak dengan lonjakan yang tinggi. “Memang ada penambahan. Tapi bukan lonjakan,” katanya.

Pemerintah pun tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Upaya pencegahan tetap dilakukan. Seperti yang dilakukan Satpol PP bersama TNI-Polri. “Itu tetap turun patroli gabungan untuk memastikan protokol kesehatan dipatuhi dengan baik,” ungkapnya.

Imbauan tentang mematuhi protokol kesehatan kepada warga masyarakat tetap dilaksanakan. “Pemerintah tidak pernah lelah untuk mengingatkan jangan abai dengan Prokes ini,” katanya. (gal)