Enam Kabupaten Siaga Darurat Kekeringan

KEKERINGAN: Warga di bagian selatan Pulau Lombok mulai kesulitan air bersih. Mereka harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air. (Janwari Irwan/Radar Lombok)
KEKERINGAN: Warga di bagian selatan Pulau Lombok mulai kesulitan air bersih. Mereka harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

 MATARAM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut kondisi kekekeringan di NTB sudah meluas.

  Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB sampai tanggal 31 Juli 2020 lalu terdapat 74 kecamatan mencakup 318 desa dan 182.546 kepala keluarga (KK) yang sudah terdampak kekeringan ini. Kekeringan ini melanda hampir semua kabupaten/kota di NTB kecuali Kota Mataram. Atas kondisi ini ada enam kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. “ Benar sekarang ini sudah ada yang menetapkan status siaga darurat, sekarang kita tinggal menetapkan secara lingkup provinsi,”kata

Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB Ir H Ahmadi

 Enam kabupaten yang menetapkan status siaga darurat kekeringan di NTB yaitu, Lombok Barat, Lombok Timur dan Sumbawa Barat. Lalu  Sumbawa, Dompu dan Kabupaten Bima. “ Jadi dari 10 kabupaten/kota yang ada, ada enam kabupaten itu sudah siaga kekeringan,dan ini langkah yang sangat baik,”katanya.

 Ahmadi  menjelaskan, saat ini NTB baru memasuki musim kemarau tetapi kekeringan melanda hampir semua kabupaten/kota di NTB. Daerah yang saat ini dilanda kekeringan sebagian besar merupakan langganan kekeringan seperti wilayah selatan Pulau Lombok, Sumbawa, Bima, dan Dompu selalu  kesulitan air.  Kekeringan  di NTB menjadi permasalahan yang terjadi setiap tahun. Sehingga membutuhkan solusi yang pas untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih dengan memberikan solusi jangka panjang. Selama ini  hanya diberikan solusi jangka pendek dengan mendistribusikan air bersih ke desa – desa yang terdampak.” Untuk Kebutuhan air warga yang terdampak ini sedang ditangani pemda masing-masing dengan berbagai cara,” tambahnya.

 Pihaknya tambah Ahmadi, saat ini  sedang menyusun langkah-langkah penanganan untuk mengantisipasi dampak bencana kekeringan. Beberapa alternatif penanganan sedang disiapkan, mulai dari pemetaan kebutuhan air dan kondisi masing-masing daerah terdampak. Daerah yang memiliki potensi air akan dibuatkan sumur bor. Tapi bagi daerah yang tidak memiliki sumber air tidak mungkin dilakukan pengeboran. ” Karena ada sebagian wilayah kita di NTB ini ada yang tidak memiliki mata air, baik air dangkal dan air dalam tanah,”katanya.

   Bencana kekeringan ini kata Ahmadi, akan melanda  daerah-daerah di NTB  selama tiga bulan kedepan, yaitu bulan Agustus, September dan  Oktober mendatang. Sehingga perlu langkah jitu untuk menyelesaikan persoalan kekeringan yang melanda NTB setiap tahunnya ini. ”Makanya saya bilang tadi. Sebagai solusi jangka panjang, kita bisa memanfaatkan air (danau) Segara Anak yang ada di Gunung Rinjani, dan air Sesaot.Dua mata air yang memiliki debet tinggi ini mampu mengatasi kekeringan di Pulau Lombok,”pungkasnya.(wan)

BACA JUGA :  Cuaca tak Menentu, BPBD Siaga Bencana
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKasus Baru Positif Covid-19 Didominasi Lobar
Berita berikutnyaMelaut Sendirian, Nelayan Asal Ampenan Hilang