Enam Desa Terendam Banjir

Pipa Induk PDAM Putus, Enam Sekolah Diliburkan

Enam Desa Terendam Banjir
BANJIR: Air Sungai Brang Rea yang meluap mengakibatkan ratusan rumah penduduk di enam desa di Kecamatan Brang Rea dan Taliwang terendam Minggu malam. (IST/RADAR LOMBOK)

TALIWANG – Ratusan rumah warga Desa Supagara Bree Kecamatan Brang Rea Minggu malam kemarin terendam banjir akibat meluapnya air sungai Brang Rea. Meluapnya air salah satu sungai terbesar di KSB dikarenakan tingginya curah hujan yang turun sejak Minggu pagi hingga sore hari.

Kepala Desa Sapugara Bree Andi Subandi menuturkan, banjir terjadi akibat meluapnya air sungai Brang Rea. Ratusan rumah penduduk di empat dusun di Desa Sapugara Bree terendam. ‘’Ada ratusan kepala keluarga (KK) yang terkena dampak langsung akibat banjir ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,’’ katanya, Senin (8/1).

Andi menjelaskan, saat ini pihaknya juga masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait kerugian akibat banjir Minggu malam. ‘’Kalau untuk kerugian pasti ada, hanya saja, kita masih melakukan pendataan. Karena ini terkait dengan harta benda maupun areal pertanian masyarakat terkena dampak langsung akibat musibah tersebut,’’ paparnya.

Desa Sapugara Bree merupakan salah satu desa terparah akibat banjir Minggu malam kemarin. Bahkan beberapa lokasi, terutama yang berada tidak jauh dari sungai nyaris tidak bisa diakses. ‘’Rata-rata ketinggian air mencapai satu meter. Dan ini hampir terjadi di empat dusun di Desa Sapugara Bree,’’ jelasnya lagi.

Andi berharap Pemda Sumbawa Barat segera mengambil langkah cepat untuk menanggani masalah ini. Diakuinya, saat ini masyarakat membutuhkan bantuan cepat pemerintah. ‘’Ini sedang kami koordinasikan dengan BPBD dan Dinas Sosial, agar bagaimana para korban banjir ini bisa segera ditanggani,’’ harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Lalu Muhammad Azhar dikonfirmasi koran ini kemarin menjelaskan, meluapnya air sungai Brang Rea Minggu malam mengakibatkan lima desa di Kecamatan Brang Rea terdampak. ‘’Rata-rata desa yang berada disekitar bantaran sungai terkena imbas dari meluapnya sungai Brang Rea. Ketinggian air antara 30 cm sampai 70 cm,’’ jelasnya.

Lima desa yang terkena dampak langsung akibat banjir antara lain, Desa Tepas, Desa Tepas Sepakat, Desa Desa Beru, Desa Sapugara Bree dan Desa Seminar Salit. Lalu Azhar menjelaskan, banjir di Desa Tepas air merendam rumah milik 105 kepala keluarga (KK) atau sekitar 450 jiwa. 18 hektare lahan pertanian dan dua unit sekolah. ‘’Khusus lahan pertanian sudah dipastikan mereka gagal tanam,’’ jelasnya.

Desa Tepas Sepakat sebanyak 6 RT terdiri dari rumah yang ditempati 52 KK (200 jiwa) dan lahan pertanian yang baru ditanam sekitar 10 hektare. Desa Beru sebanyak 5 RT terdiri dari rumah yang ditempati sekitar 54 KK (240 jiwa), lahan pertanian sekitar 15 hektare dan satu sekolah. Desa Sapugara Bree, tersebar di empat dusun atau sebanyak 17 RT. ‘’Sapugara Bree terparah. Total rumah yang terendam itu cukup banyak yang ditempati sekitar 202 KK atau 850 jiwa. Lahan pertanian gagal tanam sekitar 30 hektare, tiga unit sekolah dasar, satu pondok pesantren dan kantor desa ikut terendam,’’ paparnya.

Sementara itu, Desa Seminar Salit terdiri dari 5 RT, rumah yang ditempati sekitar 45 KK atau 160 jiwa terendam. Lahan pertanian sekitar 10 hektare dan satu sekolah dasar. ‘’Satu desa di kecamatan Taliwang juga ikut terendam yaitu Desa Temekan. Rumah penduduk yang terendam itu ditempati sekitar 87 KK (425 jiwa), lahan pertanian sekitar 55 hektare dan satu unit sekolah dasar,’’ tambahnya.

Terkait bancana ini, Mantan Kepala DKP KSB ini mengakui sudah melakukan berbagai langkah. Termasuk melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. ‘’Kita sudah koordinasikan dengan pemerintah desa, kecamatan termasuk dengan TNI dan Polri untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terkena dampak,’’ paparnya lagi.

BPBD juga sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi NTB, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan KSB. ‘’Bantuan dalam bentuk logistik dan obat-obatan yang bersumber dari dana BTT desa juga disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada,’’ tambahnya lagi.

Informasi yang dihimpun, banjir ini juga menyebabkan jaringan pipa induk milik PDAM yang melintasi sungi Sepalung  dan jembatan Bangkat Monteh Kecamatan Brang Rea putus. Akibatnya, suplai air bersih ke Kota Taliwang dan Kecamatan Brang Rea terganggu. ‘’Selain pasokan air terganggu sementara waktu, PDAM juga mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 350 juta,’’ kata Dirut PDAM KSB Bambang dihubungi terpisah.

Parahnya lagi, akibat banjir ini juga sejumlah murid sekolah di Kecamatan Brang Rea harus diliburkan sementara. Pasalnya, tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah yang terkena banjir. Kondisi ruangan belajar masih terendam air dan berlumpur, sehingga siswa diminta untuk membersihkan sekolah masing-masing.

Di antaranya sekolah yang terendam banjir, yakni SD Negeri Bree,  Desa Sapugara Bree, SD Negeri Kejawat, SDN  Negeri 2 Tepas dan SDN Negeri Sapugara Bree serta SMP Negeri 4  Brang Rea.  Dari  sejumlah sekolah yang terkena bajir, terparah  SD Negeri 2 Tepas. Selain sejumlah arsip sekolah terendam air, sejumlah barang elektronik milik sekolah, seperti printer, laptop ikut terendam banjir. ‘’Sejumlah barang elektronik yang terendam banjir, tidak bisa digunakan lagi. Besar kemungkinan  mengalami kerusakan,’’ ungkap Kepala Dikpora KSB Tajuddin. (far/is)

BACA JUGA :  Honorer Pemkot Tewas di Home Stay