Enam CJH Isi Kuota Cadangan

MANASIK HAJI: Ribuan CJH Lombok Tengah mengikuti manasik haji yang digelar Kemenag Lombok Tengah (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Sebanyak 1025 orang calon jamaah haji (CJH) Lombok Tengah menjalani manasik haji di Masjid Agunng Praya. Bimbingan tersebut diberikan oleh panitia dari Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Sabtu (15/7).

Praktik tersebut diberikan setelah para CJH dinyatakan positif berangkat. Manasik  ini juga digelar setelah para CJH ini menjalani ujian teori tata cara pelaksanaan ibadah haji. ”Kegiatan Ini merupakan praktik setelah dilakukan bimbingan secara teori bagi para calon jamaah haji di tiap- tiap Kantor Urusan Agama (KUA) se kecamatan Lombok Tengah, ” ungkap pembimbing manasik haji Lombok Tengah, H Hasan Alwakani.

Hasan menambahkan, manasik tersebut merupakan program rutin yang dilakukan Kemenag. Sebelum dilakukan mansik haji tingkat kabupaten, terlebih dulu dilakukan di tingkat kecamatan. Karena mansik ini merupakan rangkaian kegiatan CJH sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.

Karenanya, setiap tahunnya Kemenag sudah menjadwalkan 10 kali mansik. Delapan kali dilakukan di tingkat kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten. Semua ini untuk memantapkan ibadah haji jamaah di Makkah nantinya. ”Program hari ini adalah bimbingan tingkat kecamatan yang difokuskan kegiatanya kabupaten,” jelasnya.

Dalam manasik ini, sambung Hasan, para jamaah diminta mempraktikkan beberapa ketentuan dalam rukun ibadah haji. Seperti niat, tawaf, wukuf, sa’i, melontar jumrah, dan ketentuan rukun wajib ibadah haji lainya. Selain menjalani praktik, para jamaah juga diberikan informasi penting lainya.

Termasuk soal menjaga kesehatan, membawa fasilitas, obat-obatan dan makanan secukupnya. Dan, yang terpenting adalah informasi bagaimana cara menjaga kesehatan selama berada di Makkah. Hal ini mengingat kondisi cuaca di Indonesia dengan Arab Saudi berbeda jauh. “Selain mempraktikkan bagaimana menjalankan ibadah haji nantinya, jmaah juga kita berikan informasi penting. Termasuk soal kondisi lokasi, tata cara sebelum pemberangkatan hingga penerbangan yang akan dipakai,”paparnya.

Hasan menambahkan, selain 1025 orang CJH tersebut, ada 42  calon yang dinyatakan sebagai cadangan. Nantinya, cadangan ini diberikan apabila ada jamaah yang sudah positif tapi gagal berangkat. Artinya, mengantisipasi kemungkinan terjadinya halangan yang sifatnya konstitusional. Seperti meninggal dunia, sakit parah, hamil, atau halangan lainnya yang tidak memungkinkan jamaah tersebut berangkat. “Saat ini saja, ada enam orang cadangan yang dinyatakan berangkat. Mereka ini masuk sesuai porsi karena enam orang yang dinyatakan positif berangkat ternyata gagal. Mereka dinyatakan berisiko tinggi jika berangkat,’’ bebernya.

Hasan  juga menyampaikan, pemberangkatan CJH Lombok Tengah dibagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Dua kloter utuh dan dua kloter campuran. Nantiya, masing-masing CJH yang sudah dikelompokan akan mendapat bimbingan hingga di Makkah. “Kita bagi dalam empat kloter, di mana dua kloter kategori utuh dan dua kloter campuran,” pungkasnya. (cr-met)