Enam Bank di NTB Mulai Salurkan KUR TKI

Ilustrasi TKI
Ilustrasi TKI

MATARAM–Jika pada tahun 2016 realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk penempatan Tenaga Kerja Indonsia (TKI) di berbagai negara tujuan masih nihil. Maka di awal tahun 2017 ini sejumlah lembaga perbankan sudah mulai menyalurkan pembiayaan untuk KUR penempatan TKI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Januari hingga Mei 2017 ini sudah ada 6 bank BUMN dan swasta yang memberikan pembiayaan KUR penempatan TKI di Provinsi NTB,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Simpan Pinjam dan Permodalan (FSPP) Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi NTB, Erwadio, Jumat (2/6).

[postingan number=5 tag=”ekonomi”]

Erwadio menyebut dari 12 Bank sebagai penyalur KUR di Provinsi NTB, sebanyak 6 Bank baik BUMN dan swasta yang sudah menyalur KUR untuk pembiayaan penempatan TKI ke berbagai negara yang sebagian besar menuju Malaysia, Jepang, Korea dan juga Hongkong dan Singapura. Dari Januari hingga Mei 2017, sebanyak 52 orang calon TKI mendapatkan pembiayaan dari KUR TKI dengan total pembiayaan senilai Rp479.084.800.

Lembaga perbankan yang paling banyak memberikan pembiayaan KUR TKI adalah BRI dengan jumah calon penempatan TKI sebanyak 16 orang dengan total realisasi penyaluran KUR senilai Rp277.854.000. Untuk pembiayaan penempatan TKI yang bersumber dari KUR dengan bunga sebesar 9 persen ini, hampir seluruhnya adalah dengan negara tujuan Malaysia dengan rata-rata pembiayaan Rp17 juta/orang TKI.

Lebih lanjut Erwadio mengatakan, selain BRI, dari 6 bank penyalur KUR penempatan TKI di Provinsi NTB, ada juga Bank Mandiri dengan jumlah debitur calon TKI sebanyak 2 orang dengan nilai pembiayaan Rp35.850.800 atau masing-masing calon TKI menerima kredit senilai Rp17,9 juta. Selanjutnya ada Bank Sinarmas dengan banyak debitur 3 orang dan total pembiayaan yang disalurkan senilai Rp42.750.400. Kemudian ada juga Bank Maybank dengan jumlah debitur penempatan calon TKI sebanyak 10 orang dan total pembiayaan senilai Rp165.380.000 dengan rata kredit senilai Rp16,5 juta /orang calon TKI.

Selain itu, sambung Erwadio ada juga Bank Artha Graha I yang memberikan pembiayaan penempatan TKI kepada 10 orang debitur dengan nilai kredit sebesar Rp176.090.800 dengan rata-rata calon TKI selaku debitur menerima pinjaman dari KUR sebesar Rp17,7 juta/orang. “Untuk bank penyalur KUR TKI yang ke 6 adalah CTBC Bank sebanyak 11 debitur TKI dengan nilai pembiayaan sebesar Rp222.929.400,” sebut Erwadio.

Erwadio optimis hingga akhir tahun 2017 ini jumlah TKI yang mendapatkan pembiayaan penempatan kerja keluar negeri dari lembaga perbankan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah dengan memberikan skim pembiayaan bunga murah sebesar 9 persen dari program KUR akan semakin banyak.

Dengan demikian, calon TKI asal NTB yang mencari nafkah untuk merubah nasib, akan semakin terbantu. Karena tidak lagi tercekik oleh rentenir yang selama ini mereka gunakan untuk membiayai keberangkatan ke luar negeri untuk bekerja. “Kita berharap semakin banyak calon TKI asal NTB yang bisa mengakses dan mendapatkan KUR untuk biaya pergi kerja keluar negeri,” harapnya. (luk)

BACA JUGA :  Kesiapan Operasional PT Bank BPR NTB Dikebut