Enam Atelit Beridge Loteng Berlaga di Jakarta

ILUSTRASI ATLET BRIDGE

PRAYA—Masyarakat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) patut berbangga. Pasalnya, sebanyak enam putera daerah terbaik berangkat menuju Jakarta mengikuti laga di Kejuaran Nasional (Kejurnas) Bridge yang di gelar pekan depan.

Para pemain tersebut berangkat Minggu pagi (16/7). Mereka bertolak dari Bandara Internasional Lombok (Bil) menuju Jakarta. Para atletik tersebut nantinya akan bertarung dengan para peserta seluruh Indonesia.

“Alhamdulilah kami bisa berangkat mewakili NTB setelah sebelumnya dilakukan seleksi yang sangat ketat. Semoga perjuangan kami ini bisa mengharumkan nama baik Lombok Tengah dan NTB,”ungkap L Sapriadi salah satu atlet bridge yang ikut berlaga.

Disampaikanya, kendati di NTB olahraga tersebut tidak terlalu terkenal, tapi secara umum di Indonesia olahraga ini sudah menyumbangkan prestasi yang sangat bagus. Bahkan prestasinya hingga  ke tingkat internasional.

Sapriadi menjelaskan, sekalipun belum setenar olahraga yang mendunia seperti sepak bola, bulu tangkis dan olahraga lainnya. Tetapi nyatanya olahraga ini sudah didirikan semenjak tahun 1953. “Bahkan untuk masuk ke Lombok sendiri sebenarnya juga sudah lama. Hanya saja belum ada yang memainkan karena mainnya juga susah susah gampang, perlu kecerdasan tinggi,” tambahnya.

Namun di Lombok Tengah (Loteng) sendiri, cabor ini sudah cukup dikenal. Terbukti dengan diberangkatkanya enam atlet asal Loteng yang akan berlaga pada Kejurnas Bridge antar provinsi dan kota di Jakarta pada awal pekan ini.

Adapun nama atlit tersebut diantaranya, L Sapriadi, L Putrangse, L Suyatman, L Agus Prayatna, Basuki  Cahya Permadi dan Teta Putrepa. Semua atlit ini merupakan putera asli Loteng. Pada Kejurnas ini  tim dari NTB yang diwakili Loteng tersebut menargetkan masuk empat besar.

“Ini untuk naik menjadi kelas A. Karena dulu sudah masuk ke dalam kelas A, tapi degradasi ke kelas B karena kurang dukungan dan dana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Cabor Bridge Lombok Tengah, L Ramdan menuturkan, pada saat dilakukan seleksi, perwakilan  Loteng menjadi lawan tangguh untuk kabupaten lain yang ada di NTB sehingga terpilih menjadi perwakilan. Atas apa yang sudah diraih ini, diharapkan ada regenerasi. Mengingat, saat ini rata-rata usia atlet sudah di atas 40 tahun.

Selain itu, pihaknya juga meminta KONI untuk lebih aktif dan lebih memberikan dukungannya terhadap cabor yang satu ini. Terutama untuk sokongan dana. Sehingga tidak lagi terjadi kekurangan dana yang mengakibatkan turunnya minat dari olahraga bridge yang dicetuskan oleh Ely Culbertson tahun 1920an di Amerika ini. (cr-met)