Empat Tersangka Korupsi RTG Jagaraga Indah Ditahan

PELIMPAHAN: Kejari Mataram menerima pelimpahan tersangka korupsi RTG Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri dari Satreskrim Polres Lobar. (IST)

MATARAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menahan empat tersangka korupsi rumah tahan gempa (RTG) Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Lobar.

“Penahanan tersangka dititipkan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIA Kuripan, Lobar,” ucap Kasi Intel Kejari Mataram Muhammad Harun Al Rasyid, Kamis (22/2).

Empat tersangka yang dijebloskan ke penjara itu Cokro Negoro, Lalu Ilham, Junaidi dan Alipudin. Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penahanan yang dilakukan jaksa setelah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Satreskrim Polres Lobar, Senin (19/2) kemarin. “Sekarang jaksa tinggal menyusun berkas dakwaan untuk diserahkan ke pengadilan,” ujarnya.
Terpisah, Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gde Junaidi turut membenarkan pelaksanaan tahap yang dilakukan Senin (19/2) itu ke Kejari Mataram dan sudah dilakukan penahanan terhadap tersangka. “Iya, Kejari Mataram melakukan penahanan terhadap tersangka di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lobar,” katanya.

Baca Juga :  Cegah Kejahatan, Polisi Sisir Jalanan Mataram

Dikatakan, anggaran yang dikelola 17 kelompok masyarakat (Pokmas) di Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, terkait rekonstruksi atau perbaikan rumah akibat kategori rusak ringan sebesar Rp 3,9 miliar. “Itu anggarannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun anggaran 2019,” ungkap dia.

Baca Juga :  Korupsi di RSUD Praya Kembali Diusut, dr. Langkir Diperiksa

Para tersangka memiliki peran berbeda. Tersangka Cokro Negoro dan Lalu Ilham selaku supplier, Alipudin selaku Kepala Dusun (Kadus) Adeng Daya, Desa Jagaraga Indah yang juga sebagai Ketua Pokmas. Sedangkan tersangka Junaidi merupakan Kadus Karang Anyar, Desa Jagaraga Indah. “Peran tersangka melakukan pemotongan anggaran, droping bahan material tidak sesuai RAB (rencana anggaran biaya),” bebernya.

Atas perbuatan para tersangka, mengakibatkan adanya kerugian negara sebesar Rp 701 juta dari total anggaran Rp 3,9 miliar. “Kerugian negara Rp 701 juta itu hasil hitung BPKP (badan pengawasan keuangan dan pembangunan),” tandasnya. (sid)

Komentar Anda