Empat Rumah Ibadah Kena Proyek Pelebaran Jalan

PELEBARAN : Jalan Gajah Mada akan dijadikan dua jalur. Dana untuk pelebaran sudah ada (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM– Pemerintah Kota Mataram akan melakukan pelebaran jalan menjadi dia jalur dari Jalan Gajah Mada hingga simpang empat Tanah Haji. Sebelumnya ada beberapa hambatan, namun diklaim sudah bisa diatasi. Seperti soal adanya penolakan warga berkaitan dengan sejumlah tempat ibadah (Pura) yang lahannya kena proyek pelebaran jalan ini.

Jalur yang dilebarkan dimulai dari simpang empat Pagesangan sampai simpang empat Tanah Haji. Terdapat empat Pura di sepanjang jalan ini dan akan kena imbas.

Sekda Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito mengatakan, untuk pembebasan lahan sudah dalam tahap pembahasan tim appraisal Kota Mataram.Ia mengungkapkan hal ini, Rabu (31/5).

Sebelum pelebaran, tim akan berdialog dengan masyarakat sekitar. Selain rumah ibadah juga ada beberapa rumah warga yang akan kena gusur.  Hal ini juga untuk menuntaskan kemacetan yang selama ini terjadi. Jalur dua di Jalan gajah Mada langsung tembus sampai Jalan Airlangga. “ Dulu karena tidak ada uang sehingga tidak sampai di situ pelebarannya,’’ ungkapnya.

BACA JUGA :  Sekda : Tak Boleh Ada Proyek Molor

Untuk pembebasan lahan Pemkot menyediakan Rp 40 miliar. Ia berharap masyarakat sekitar memahami kondisi saat ini.  Apalagi untuk kepentingan bersama seperti jalan yang sangat dibutuhkan.

Sebelumnya direncanakan pembangunan jembatan layang (flyover), namun batal setelah ada komunikasi dengan para pemangku.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H. Mahmudin menambahkan, tahap awal akan dilakukan yakni pembebasan lahan.  Jalur dua akan dilanjutkan dari Jalan Gajah Mada yang hanya sampai dekat Pasar Pagesangan akan disambung sampai Jalan Airlangga.

Terusan jalur dua Jalan Gajah Mada untuk mengurai kemacetan.  Jalur tersebut sudah terlalu sempit, tidak sebanding dengan jumlah kendaraan.(dir)