Empat Peserta Lintas Alam Pingsan Diserang Tawon

DISENGAT TAWON : Petugas Dinas Damkar Lombok Barat saat mengevakuasi peserta lintas alam yang diserang tawon hingga pingsandi Desa Senggigi Kecamatan Batulayar. (Ist/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lombok Barat bersama tim BPBD mengevakuasi empat orang yang diserang tawon gunung pada Minggu (26/12).  Mereka adalah peserta lintas alam yang tengah menelusuri bukit Loco Desa Senggigi Kecamatan Batulayar. Mereka pingsan dan harus dibawa ke Puskesmas Meninting.

Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara, menjelaskan, para peserta lintas alam ini adalah mereka yang memang sudah terbiasa melakukan kegiatan lintas alam.” Mereka sering melakukan kegiatan rutin lintas alam. Dari informasi yang kami terima, tiba-tiba mereka disengat lebah atau tawon,” ungkap Afgan, Senin (27/12).

Dirinya juga ikut mengevakuasi korban. Ada empat orang dalam kondisi parah hingga pingsan. Bahkan sampai harus ditandu turun dari bukit Loco. Ada 11 orang yang jadi peserta lintas alam.” Ada empat orang yang sempat pingsan, sementara yang 11 orang lainnya sudah duluan turun. Nah, yang empat orang ini yang dievakusi oleh Damkar, Pol PP dan Puskesmas,” tuturnya.

BACA JUGA :  Polisi dan Warga Tutup Lubang Tambang Emas di Sekotong

Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi keempat korban  membaik. Afgan mengimbau kepada siapa pun yang akan melakukan kegiatan lintas alam agar berhati-hati dan membawa perlengkapan untuk menjaga diri seperti korek api atau obat penyemprot serangga. Sehingga dapat digunakan untuk melindungi diri saat diserang serangga yang menyengat seperti lebah. “ Tapi perlu dimaklumi, bahwa lebah semacam ini baru pertama kali kita dengar menyerang. Karena lebah bukan tipe penyerang, kecuali kalau diganggu,” ungkapnya.

BACA JUGA :  SDN 04 Taman Sari Lombok Barat Jadi Sekolah Plastik Blok Pertama di Dunia

Ia memprediksi, penyebab serangan tawon gunung ini bisa juga karena adanya serangan yang datang dari kera atau burung rajawali yang ada di hutan. Sehingga saat ada tim lintas alam yang tiba di sana, justru mereka yang diserang tawon tersebut. “ Bisa jadi ketika kera atau rajawali ini pergi dan orang-orang ini datang, malah mereka yang diserang. Atau juga mungkin mereka yang mengganggu, kita tidak tahu,” tambah Afgan.(ami)