Empat Nakes Meninggal Akibat Covid-19

MENINGGAL : Sudah empat orang nakes meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19 di Provinsi NTB. DOKUMEN/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman nyata. Hingga saat ini, ratusan tenaga kesehatan (nakes) sudah terjangkit Covid-19. Bahkan, empat orang di antaranya telah meninggal dunia akibat virus asal China itu. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi mengungkapkan, jumlah pasien Covid-19 hingga saat ini sudah menyentuh angka 4.036 orang. “Pasien yang meninggal dunia 224 orang, empat orang merupakan tenaga medis,” terang Eka kepada Radar Lombok, Rabu (4/11).

Nakes yang meninggal dunia karena terjangkit Covid-19. Mengingat, mereka salah satu kelompok yang sangat rentan terpapar virus. Adanya alat pelindung diri (APD) tidak menjamin nakes bisa terbebas dari Covid-19. 

Berdasarkan data yang dirilis Ikatan Dokter Indonesia (IDI), nakes yang berprofesi sebagai dokter saja sudah 161 orang meninggal dunia. Dari ratusan orang tersebut, dua dokter berasal dari NTB. 

Menurut Eka, data yang disampaikan IDI di luar tanggung jawabnya pihaknya. Dikes sendiri memiliki data tentang jumlah dokter yang meninggal dunia. “Setahu saya, dokter di NTB itu baru satu orang yang meninggal. Yang lain bukan dokter,” ungkapnya. 

Lebih lanjut dipaparkan, total nakes yang telah meninggal dunia sebanyak empat orang itu, terdiri dari satu bidan, satu farmasi, satu orang Sekretaris Dinas Kesehatan Bima SF dan satu orang dokter. Nakes yang meninggal dunia berasal dari Lombok Tengah satu orang, Kota Mataram satu orang, dan dua orang dari Kabupaten Bima. “Kalau ada yang bilang sudah dua dokter NTB yang meninggal, tanya dia data dari mana,” sentilnya. 

Jumlah tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 memang terus bertambah. Data terakhir yang dihimpun Dikes, sudah lebih dari 416 nakes terpapar Covid-19. Data tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di NTB. Data yang berhasil dihimpun, 416 nakes tersebut terdiri dari dokter 55 orang, perawat 201 orang, bidan 48 orang, apoteker 18 orang, ahli gizi 15 orang, administari rumah sakit (RS) 25 orang dan analis 7 orang.

Jumlah nakes yang positif Covid-19 bisa saja bertambah. Mengingat, angka 416 orang tersebut data yang dihimpun Dikes beberapa waktu lalu. “Yang dikhawatirkan itu transmisi lokal. Karenanya, masyarakat harus tetap waspada, terapkan protokol kesehatan,” imbau Eka. 

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi NTB, H Zuhhad yang dihubungi Radar Lombok mengungkapkan, khusus untuk perawat saja sudah terdeteksi 42 orang terjangkit Covid-19. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dimiliki pihaknya. Sementara untuk perawat yang terjangkit Covid-19, hingga saat ini menurutnya belum ada yang sampai meninggal dunia. “Terdata 42 orang perawat yang positif Covid-19. Perawat nggak ada yang sampai meninggal,” terang Zuhhad. (zwr)