Empat Mahasiswa UNHAM Terima Beasiswa dari Bank Sampah

beasiswa-unham
Empat mahasiswa Unham mendapatkan beasiswa dari Bank Sampah.

SELONG – Ikhtiar Universitas Hamzanwadi (UNHAM) mengembangkan pengelolaan sampah selama ini berbuah manis. Setidaknya saat ini Bank Sampah itu mampu memberikan beasiswa bagi 4 orang mahasiswa.

Wakil Rektor II Universitas Hamzanwadi Hj Dukha Yunitasari mengatakan, keberadaan bank sampah yang mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi NTB telah memberikan manfaat besar, tidak hanya soal ekonomi namun kebersihan lingkungan juga terjaga.

“Memang, program ini belum maksimal dijalankan masyarakat, tapi setidaknya kampus telah memulai dan ternyata sangat bermanfaat,” ujar Hj Dukha Yunitasari, Sabtu (25/12).

Ia menyebutkan, semangat zero waste sebagai program unggulan pemerintah provinsi NTB telah lama diterjemahkan dengan baik dengan keberadaan bank sampah yang ada di Pancor Sanggeng. Saat ini, bank sampah di bawah naungan Universitas Hamzanwadi ini terus berkembang. Tidak hanya jual beli sampah plastik, tapi sekarang mulai mengolah sampah organik.

“Keuntungan yang didapat oleh bank sampah Hamzanwadi Integrated Farming sebagian besar digunakan untuk kegiatan pendidikan,” sambung Dukha Yunitasari yang juga Pembina Bank Sampah itu.

Tidak tanggung-tanggung, kata dia, keberadaan bank sampah saat ini mampu memberikan beasiswa kepada 4 orang mahasiswa. Hal ini sejalan dengan arahan wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.

“Tidak ada alasan lagi orang tidak bisa kuliah karena biaya, karena sampah bisa jadi uang,” ujarnya mengutip kalimat Rektor Universitas Hamzanwadi Sitti Rohmi Djalilah.

Direktur Bank Sampah Universitas Hamzanwadi (UNHAM) Ahmad Humaidi berharap masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam ikhtiar zero waste. Tidak hanya untuk kepentingan lingkungan, tapi pengelolaan sampah bisa menjadi berkah lain dan membuka lapangan pekerjaan.

“Kami berharap masyarakat mau menjual sampah ke kami, lebih baik lagi kalau mau diberikan secara gratis. Karena keuntungan kami akan digunakan untuk pendidikan,” sambungnya.

Tapi yang terpenting, kata Humaidi, masyarakat mau ikut sama-sama peduli terhadap lingkungan dengan mau mengelola sampah, minimal sampah rumah tangga.

“Kami harap, ke depan kita semua sadar makna penting dari progrma zero waste. Kami ini buktinya telah mampu menjukkan eksistensi dengan memberikan beasiswa,” tutup Humadi. (luk)