Empat Mahasiswa di Mataram Diduga Jadi Kurir Sabu

DIGEREBEK: Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Mataram menggerebek kos-kosan terduga peluncur sabu, di Pagutan, Kota Mataram. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Empat mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri Kota Mataram diduga terlibat jadi kurir sabu dari bandar besar antar-provinsi.

Keempatnya diamankan Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Mataram Kamis (1/12) malam, sekitar pukul 23.00 WITA di salah satu kos-kosan di Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. “Ada lima terduga yang kami amankan, tapi empat teduga yang masih berstatus mahasiswa,” kata Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Jumat (2/12).

Adapun para mahasiswa yang diamankan, masing-masing berinisial DAK laki-laki (23), BBM laki-laki (22), AS perempuan (21) dan LA perempuan (20) asal Kabupaten Sumbawa Barat. Sedangkan satu pelaku lainnya inisial NM perempuan (22) asal Kabupaten Sumbawa Barat. “Semuanya berasal dari Sumbawa Barat,” sebutnya.

Di kos tersebut, ada dua kamar yang digerebek polisi. Kamar pertama berhasil mendapatkan dua pelaku inisial DAK dan AS. Sedangkan di satu kamarnya lagi mendapatkan pelaku BBM dan NM. “Mereka ini statusnya pacaran semua,” katanya.

Baca Juga :  ER Gasak Rumah Dinas KSOP Lembar

Saat penggeledahan di kamar BBM, tidak menemukan adanya sabu. Tetapi berbeda dengan kamar DAK, polisi menemukan sabu sebanyak tiga klip, alat isap, korek api, timbangan. Bahkan polisi juga menemukan pipet plastik yang telah diruncingkan di saku almamater. “Berat bruto sabu yang berhasil diamankan 12,7 gram. Berikut juga mengamankan uang tunai dan alat komunikasi,” ungkapnya.

Dari pengakuan DAK, dirinya pernah mengantarkan dan mengambil sabu seberat 4 kilogram. Upah yang didapatkan sebesar Rp 4 juta. “Dari interogasi awal pelaku ini berperan sebagai peluncur atau kuda,” ujarnya.

Baca Juga :  Penangkapan Tiga Residivis Sabu Diwarnai Ketegangan

Polisi yang mendapatkan petunjuk, langsung melakukan pengembangan terhadap rumah pemilik barang. Namun, pemilik barang tidak berada di rumahnya. Melainkan hanya ada LA yang merupakan adik dari pemilik barang. Alasan LA turut diamankan, karena tidak kooperatif dan selalu berusaha menyembunyikan keberadaan kakaknya. “Untuk identitas pemilik barang sudah kami ketahui, sedang kami buru,” sebutnya.

Penggerebekan yang dilakukan itu, berdasakan informasi yang diterima dari masyarakat. Bahwa di salah satu kos-kosan tersebut sering dijadikan tempat transaksi sabu. “Kami lakukan upaya lidik dan berhasil mengamankan empat orang di kos itu,” katanya.

Untuk pelaku dan barang bukti, sudah diamankan di Mapolresta Mataram guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk terduga ini, sudah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (cr-sid)

Komentar Anda