Empat Kasus Narkoba Diungkap Sebulan Terakhir

SIARAN PERS: Kapolres KLU AKBP Wayan Sudarmanta saat menyampaikan siaran pers di Polres KLU, Rabu (25/5).(IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Sat Resnarkoba Polres KLU terus berupaya untuk menekan peredaran narkoba. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menindak para pelaku yang terlibat.
Kapolres KLU AKBP Wayan Sudarmanta mengatakan bahwa selama sebulan terakhir ini pihaknya telah mengungkap 4 kasus narkoba. Dari 4 kasus tersebut pihaknya telah mengamankan sejumlah pelaku. Di antaranya adalah YD (30) dan JH (39) warga Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Kemudian SD (34) warga Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, DJ (33) warga Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, WEA (30) warga Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, YF (40) Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

BACA JUGA :  Diduga Kecanduan Judi Online, Tiga Pria Nekat Curi Sepeda

Para pelaku ini ditangkap di waktu dan tempat berbeda. Sebagian ditangkap di Rumah Makan Sasak Narmada yang ada di Tanjung dan ada yang ditangkap di Mataram belum lama ini. “Rata-rata mereka ini pada saat ditangkap dengan barang bukti di bawah 5 gram, ada yang 1 gram dan bahkan ada di bawah 1 gram,” kata Sudarmanta.

Sedikitnya barang bukti tersebut karena pengedarnya rata-rata kelas teri. Sementara untuk pengedar kelas kakap hingga saat ini belum terdeteksi keberadaannya. “Meski begitu, Sat Resnarkoba Polres KLU akan tetap melakukan pengembangan-pengembangan terhadap pelaku yang sudah kami tangkap untuk mengungkap bandar besar,” tegasnya.

BACA JUGA :  Papuk Amin Ditemukan Tewas di Rawa Pantai Kongok

Kelima pelaku yang ditangkap ini jelasnya, selain mengedarkan, mereka juga sekaligus sebagai pemakai. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes urine-nya, semua positif. Atas hal tersebut, mereka dijerat dengan Pasal 112, 114 dan 127 UU Narkotika. Ancaman hukumannya di atas 4 tahun penjara.

Sudarmanta mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungannya dari peredaran narkoba. Hal ini semata-mata untuk menghindari generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. “Di KLU ini peredaran narkoba tetap ada tetapi relatif kecil. Mari kita sama-sama untuk mencegah jangan sampai peredaran narkoba semakin masif,” tuturnya. (der)