Empat Hari Hilang, Komang Ditemukan Membusuk

Empat Hari Hilang, Komang Ditemukan Membusuk
EVAKUASI: Petugas keamanan dibantu warga mengevakuasi mayat I Komang Rerot. (Istimewa/radar Lombok)

PRAYA – Warga Desa Ubung Kecamatan Jonggat dihebohkan dengan penemuan sosok mayat yang sudah membusuk di belakang rumah seorang warga setempat bernama Lalu Sahdan.

Mayat tersebut diketahui bernama I Komang Rerot, 80 tahun, warga Dusun Gubuk Bali Desa Ubung Kecamatan Jonggat, yang sudah menghilang empat hari dari rumahnya. Korban ditemukan pertama kali pada hari Rabu (21/3) sekitar pukul 07.00 Wita oleh warga setempat  Baiq Irluni. Waktu kejadian, Irluni hendak membuang sampah di belakang rumahnya. Namun, ia kaget karena tiba- tiba melihat sosok mayat laki- laki dengan posisi terlentang.

Melihat hal itu kemudian Irluni memanggil Lalu Indra Pendeke yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Mendapat informasi tersebut kemudian keduanya secara bersama-sama melihat mayat tersebut. setelah memastikan bahwa apa yang mereka lihat adalah mayat. Sehingga mereka melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan selanjutnya warga setempat bersama petugas melakukan evakuasi kepada korban untuk dibawa ke puskesmas terdekat.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang membenarkan kejadian tersebut, dari hasil intrograsi kepada para saksi dan keluarga korban. Korban ditemukan sudah meninggal dengan kondisi tubuh membusuk.  “Sebelum korban ditemukan meninggal, korban  pada hari Minggu 18 Maret kemarin sekitar pukul 11.00 wita, sempat dilihat orang di sekitar kampungnya. Saat itu korban dilihat berjalan kaki pelan-pelan sendiri dan sempat meminta kepada salah satu warga untuk dipetikkan buah rambutan dari pohonnya,” ungkap Rafles kemarin.

Rafles menceritakan, setelah korban dipetikan rambutan itu dan diberikan kepada korban, kemudian korban terus berjalan. Korban meninggalkan rumah  dari hari minggu pagi dengan kondisi sakit-sakitan. “Korban ini diketahui juga menderita pikun karena umur korban sekitar 80 tahun,” jelasnya.

Sebelumnya juga bahwa korban sempat dicari keliling kampung keluarganya hingga menerima kabar tentang ditemukan sesosok mayat laki-laki yang  telah membusuk tidak jauh dari rumah korban sendiri yang kemudian langsung dikenali oleh keluarganya. “Sehingga keluarga besar korban sepakat utk menerima dengn ikhlas atas kematian korban secara wajar dan menolak untuk dilakukan otopsi,” tandasnya.

Pihak kepolisian sendiri menurut Rafles sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara serta melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Dari keterangan yang didapatkan itu, petugas tidak menemukan tanda- tanda adanya kekerasan yang ada pada korban. “Untuk sementara kita menyimpulkan bahwa kematian korban karena murni musibah karena memang umur dari korban yang sudah tua dan sudah mulai lupa,” pungkasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut