Empat Desa Jadi Pilot Program Perpusseru

SOSIALISASI : Pelaksana Tugas Kepala DKPD Lobar H. Muhammad Yamil tengah memberikan sosialisasi perpusseru di Aula DKPD Lobar, Kamis (2/3) dengan menghadirkan perwakilan empat desa yang mendapatkan program (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Sebanyak empat desa di Lombok Barat dijadikan proyek percontohan Perpusseru oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Lobar pada 2017 ini. Masing-masing Desa Sandik, Golong, Jembatan Kembar dan Kediri Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala DKPD Lobar H. Muhammad Yamil mengatakan, keempat desa ini masing-masing akan diberikan fasilitas komputer sebagai penunjang perpustakaan desanya. Kemudian selanjutnya akan ada kegiatan replikasi melibatkan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI). CCFI bertindak sebagai inisiator dan fasilitator untuk nantinya memberdayakan masyarakat sekitar dalam program ini. Selain itu nanti akan bekerja sama pula dengan PT Telkom untuk pemasangan internet secara gratis di masing-masing perpustakaan desa.

Adapun perwakilan dari keempat desa ini diundang Kamis (2/3) kemarin. Mereka diberikan sosialisasi. Dengan harapan mau berkomitmen untuk ikut mensukseskan program ini. “Untung semua desa hadir. Kalau tidak, saya mau alihkan ke desa lain,” guyon pria yang namanya masuk tiga besar calon Kepala DKPD Lobar ini.

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Diterangkan, pihaknya sendiri mengusulkan 10 desa sesuai jumlah Kecamatan yang ada sebagai peserta replikasi dari CCFI. Namun hanya empat desa tersebut yang dinyatakan siap. Tidak menutup kemungkinan pada tahun berikutnya, desa/kelurahan lain bisa menjadi peserta pula.

DKPD Lobar sendiri sangat berkomitmen mengembangkan perpusseru. Pada 2016, DKPD Lobar meraih Pemenang I Lomba Kreasi dan Inovasi Perpustakaan Peer Learning Meeting 2016 di Makasar. Selain itu, menjadi Pemenang II Kategori Layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Serta Pememang II Kategori Kegiatan Pelibatan Masyarakat.

Semangat Perpusseru inipun kemudian dikembangkan lagi ke desa-desa. Bahkan 2017 ini pula rencananya akan diluncurkan aplikasi berbasis android semacam katalog buku online. Sehingga pengunjung perpustakaan bisa membuka aplikasi kemudian mengecek terlebih dahulu, apakah judul buku tersebut ada. Sehingga tidak sia-sia ke perpustaakan daerah. “Kalau tidak ada muncul di aplikasi itu, maka itu menjadi masukan ke kami untuk mengadakan,” ujarnya. (zul)