Embung Bidadari Berpotensi Merusak Akidah

TGH Ibnu Khalil (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAKeberadaan embung Bidadari di Desa Saba Kecamatan Janapria mendapat perhatian dari tokoh agama. Pasalnya, embung yang banyak dikunjungi masyarakat karena dianggap bisa menyembuhkan berbagai penyakit ini jangan sampai merusak akidah umat.

Pembina Yayasan Inan Lemo Desa Beleka Kecamatan Praya Timur, TGH Ibnu Khalil mengaku, dirinya sudah dihubungi sejumlah tokoh dan ulama NU terkait keberadaan embung Bidadari ini. Para alim ulama mulai khawatir dengan kepercayaan masyarakat yang menyatakan bahwa dengan mendi di embung itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jika kepercayaan ini tak segera disikapi, maka tak menutup kemungkinan akan mendatangkan mudarat karena berpotensi syirik. ‘’Sementara kita di Provinsi NTB terkenal menjadi Pulau Seribu Masjid, maka ini yang sebenarnya menjadi perhatian kita bersama. Karena kewajiban kita terutama tokoh agama agar bagaimana menjaga akidah umat ini,” ungkap TGH Ibnu Khalil saat ditemui di pendopo bupati Lombok Tengah, Rabu (7/9).

Ibnu Khalil tak menafikan banyak cara atau jalan untuk mendapatkan kesembuhan. Tapi harus diyakini seandainya betul di embung Bidadari ini bisa menyembuhkan penyakit, namun harus ditanamkan keyakinan kepada masyarakat jika itu tidak akan bisa sembuh kecuali atas izin Allah SWT. “Karena tidak ada yang memberikan manfaat dan mudarat kecuali Allah SWT,” terangnya.

Baca Juga :  Jaksa Endus Adanya Pungli di BLUD RSUD Praya

Anggota DPD RI ini juga menambahkan, jangan sampai keberadaan embung Bidadari ini bisa merusak akidah masyarakat. Dia juga mendapat cerita, bahkan jamaahnya sudah menyampaikan langsung kepada dirinya bahwa banyak yang datang untuk mandi di embung Bidadari namun penyakit mereka tidak bisa hilang. “Malah kita dapat cerita yang koreng semakin koreng, maka ini menjadi perhatian kita bersama. Bukan saya berniat merusak keyakinan masyarakat yang mempercayai itu tapi ini kewajiban kita bersama dalam menjaga akidah umat. Bahkan banyak masyarakat yang menyampaikan ke saya tentang kondisi embung Bidadari dan kadang-kadang itu direkayasa,” terangnya.

Ibnu menegaskan, adanya kepercayaan embung Bidadari bisa menyembuhkan menurut informasi yang diterima itu merupakan rekayasa. Bahkan informasi ada tuan guru yang datang mandi baginya bagian dari rekayasa. “Makanya solusinya mari kita urung rembuk bersama pemda, tokoh agama dan lainnya untuk mencari solusi bagaimana yang terbaik. Kalau saya sebagai representatif masyarakat Provinsi NTB hanya menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan tidak bisa memutuskan,” tambahnya.

Baca Juga :  Lembaga Adat Sasak Deklarasi Cak Imin Capres 2024

Soal adanya informasi dukungan dari pemda terkait keberadaan embung ini dengan membangun berbagai infrastruktur di lokasi, semua itu hanya dilihat dari sisi ekonomi saja, Sementara dari sisi akidah juga seharusnya diperhatikan karena sisi akidah menjadi tanggung jawab semua pihak. “Makanya penting untuk dicarikan solusi agar nantinya ekonomi terangkat dan akidah masyarakat terjaga, termasuk kesehatan masyarakat. Jangan sampai uang banyak tapi masyarakat sakit. Makanya harus ditinjau ulang karena menurut saya banyak rekayasa,  apalagi adanya embung Bidadari ini banyak persepsi juga,” tambahnya.

Ibnu juga mengaku sudah meninjau lokasi dan mendapatkan informasi jika ada Bidadari yang turun. Kemudian ada versi lainnya cahaya seperti matahari turun, kemudian semua diangkat dan air dikembalikan dalam keadaan jernih. “Bahkan ada juga cerita yang datang perempuan yang merupakan petani tembakau yang menggunakan bedak untuk menghindari trik matahari dan itu yang dianggap bidadari,” sesalnya. (met)

Komentar Anda